Berita » Kunjungan CIAT dan Dow Agro-Science ke Balitkabi

The International Center for Tropical Agriculture (CIAT), Dow Agro-Science dan peneliti IPB sedang melakukan kerja sama penelitian penyuluhan pertanian untuk kesehatan tanaman ubi kayu di Indonesia. Ubi kayu memegang peranan penting di Indonesia karena sekitar 60% produksi ubi kayu nasional digunakan sebagai bahan pangan pokok. Saat ini, budidaya ubi kayu menghadapi beberapa kendala yaitu terserang oleh beberapa hama, dan terdapat kekhawatiran bahwa serangan hama tersebut dapat menimbulkan dampak yang nyata terhadap kehidupan petani di pedesaan, keberlanjutan dan profitabilitas industri berbasis ubi kayu, dan membahayakan ketahanan pangan. Untuk menjaring berbagai informasi tentang ubi kayu dari Balitkabi, maka pada tanggal 30 September 2015, CIAT dan Dow-Agri-Science berkunjung ke Balitkabi. Rombongan berjumlah tujuh orang dan dipimpin oleh Dr. Kris A. G. Wyckhuys serta Dr. Tjintokohadi. Rombongan disambut dengan hangat oleh Dr. Didik Harnowo di ruang kerjanya. Dilanjutkan dengan diskusi di Aula Balitkabi. Peneliti Balitkabi yang ikut berpartisipasi dalam diskusi adalah Dr. Sholihin, Prof, Dr. Sudaryono, Prof. Dr. Nasir Saleh, Ir. Arif Musaddad, Ir. Budi Santoso Radjit, M.S., Dr. Kartika N., Ir. Yudi Widodo, M.S., Ir. Sri Wahyuni Indiati, M.S., Ir Ruly Krisdiana, M.S., Ir. Erliana Ginting, M.Sc., dan Ir. Mudji Rahayu, M.S. Pada kesempatan tersebut, Dr. Kris menyampaikan mengenai “Crowd-sourcing invasion resistance: real-time monitoring and identification of cassava pest outbreaks”. Tujuan kerja sama ini adalah memanfaatkan teknologi untuk membantu petani guna: 1) memecahkan masalah hama dan penyakit ubi kayu, 2) memberikan pengetahuan yang sesuai tentang praktek budidaya yang baik untuk membuat lahan lebih produktif, dan 3) mencapai ketahanan pangan berkelanjutan. Rekomendasi umum yang dianjurkan adalah tidak hanya menggunakan pestisida, namun juga dengan: 1) pemilihan varietas toleran yang tepat, 2) menggunakan bahan tanam/bibit yang sehat, 3) melakukan pemupukan, 4) melakukan pergiliran tanaman, 5) menghancurkan tanaman yang terserang hama dan penyakit, dan 6) melakukan pengamatan secara periodik di lahan ubi kayu untuk penanganan hama dan penyakit ubi kayu. Pada hari kedua, yaitu tanggal 1 Oktober 2015, rombongan berkesempatan untuk berkunjung ke Kediri untuk melihat pertanaman ubi kayu di lapangan dan industri pati milik masyarakat. Kunjungan tersebut didampingi oleh Dr. Sholihin dan Ir. Yudi Widodo, M.S.


Serangan hama pada daun dan batang ubi kayu (Sumber: Dr. Kris).


Dr. Kris menjelaskan serangan hama kutu putih pada pertanaman ubi kayu visitor plot di Balitkabi.


Kepala Balitkabi menerima tamu CIAT (kiri), Dr. Kris menyampaikan materi (kanan).

KN