Berita » Kunjungan Dinas TPH Kab. Sopeng Sulsel

Untuk meningkatkan pengetahuan budidaya kedelai dan melihat praktik langsung teknologinya, staf Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kab. Sopeng Sulsel berkunjung ke Balitkabi. Sejumlah 31 orang penyuluh dan staf dinas pertanian tersebut diterima secara resmi oleh Dr. Suharsono mewakili Kepala Balitkabi, dan dipandu oleh Ir. Achmad Winarto, Kamis (9/10/2012). Ir. Muh. Darwis Muis, Kabid Pangan Dinas TPH Soppeng menjelaskan bahwa saat ini penurunan luas tanam kedelai di Soppeng, cukup nyata dari 20.000 ha menjadi 5.000 ha. Turunnya areal tersebut akibat harga jual kedelai saat panen raya hanya Rp4.000/kg dan ketersediaan benih berkualitas di Soppeng sangat terbatas atau langka. Langkanya benih berakibat pada benih yang ditanam merupakan benih turunan yang sudah beberapa kali ditanam sehingga produktivitas kedelai tidak bisa maksimal. Dengan berkunjung ke Balikabi, tamu berharap mendapatkan beberapa benih varietas unggul dan informasi teknik budidaya kacang dan umbi secara tepat. Di samping itu juga kabar baik akan ditampungnya kedelai oleh Bulog, maka diharapkan petani akan bergairah menenam kedelai lagi.

Teknik budidaya kedelai disampaikan oleh Dr. Heru Kuswantoro, yang menguraikan beberapa tipe lahan dan jenis varietasnya kedelai, yang mencakup kedelai untuk lahan sawah dan lahan kering, cara memilih benih bermutu, pengolahan lahan, cara tanam hingga cara pemupukan dan pengairan. Beberapa hal yang penting disampaikan Dr Heru adalah untuk lahan bekas tanam padi tidak perlu diolah (TOT), jerami dipotong pendek lalu disebar, jarak antar saluran drainase 3–4 m dengan lebar 20 cm dan kedalaman 25–30 cm, tanam dengan ditugalkan pada kedalaman 2–3 cm, jarak tanam 40 cm x 10–15 cm, 2 biji/lubang. Untuk menghindari kekurangan air sebaiknya ditanam ≤7 hari setelah padi dipanen.

Di samping kedelai juga dipaparkan teknologi produksi bibit ubikayu dan ubijalar yang disampaikan oleh Tinuk Sri Wahyuni, S.P., M.P. Para tamu juga dibawa ke kebun untuk langsung mengamati visitor plot beberapa varietas kacang-kacangan dan umbi-umbian. Penjelasan di kebun percobaan Kendalpayak disampaikan oleh Ir. Margono Rachmad, MS yang juga Kepala Kebun Percobaan Kendalpayak. Pada akhir kunjungan para tamu dari Soppeng ini mencermati proses pembuatan benih sumber di Unit Pelaksanaan Benih Sumber (UPBS).

Sebagai oleh-oleh mereka membeli benih kedelai aneka varietas untuk dikembangkan di Soppeng.

Semoga berhasil.