Berita ยป Kunjungan Kerja Kepala Badan Litbang Pertanian di Balitkabi

Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. saat memberikan sambutan

Untuk pertama kali, Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S, selaku Kepala Badan Litbang Pertanian, melakukan kunjungan kerja ke Balitkabi pada hari Senin 12 Oktober 2015. Bertempat di Aula Balitkabi, seluruh pegawai Balitkabi menyambut kunjungan Kepala Balitbangtan. Sebelum sambutan dan arahan oleh Kepala Balitbangtan, Kepala Balitkabi yaitu Dr. Didik Harnowo memberikan pengantar dan laporan kepada Kepala Balitbangtan, bahwa kunjungan kepala Balitbangtan ke Balitkabi sangat berharga dan bermanfaat. Kepala Balitkabi memberikan laporan bahwa semua IKU Balitkabi telah tercapai (varietas, produksi UPBS, maupun publikasi), serapan anggaran Balitkabi sudah mencapai 70,6%. Selain itu, disampaikan pula program atau kegiatan Balitkabi ke depan serta jumlah SDM Balitkabi. Dalam arahannya, Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S., menekankan bahwa Balitkabi adalah Balai Penelitian Nasional yang bertempat di Malang, bukan Balai Penelitian lokal, sehingga seharusnya corak atau nuansanya juga harus nasional. Balitkabi bertanggung jawab mengeluarkan output (inovasi teknologi) sesuai tupoksi Balitkabi yang bermanfaat bagi masyarakat bukan hanya di sekitar Malang ataupun Jawa Timur saja tetapi juga bagi seluruh Indonesia. Selanjutnya ditegaskan bahwa penelitian yang dilakukan jangan hanya merupakan reinkarnasi penelitian saja (melakukan penelitian seperti waktu kuliah dan tidak menghasilkan output), namun penelitian harus berbasis output, menghasilkan produk dan teknologi riil yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat. Dalam melakukan penelitian harus banyak bekerja sama dengan lembaga riset dari institusi lain (Universitas, LIPI, atau lembaga riset yang lain), jangan menjadikan mereka pesaing, tetapi jadikan mereka sebagai mitra untuk meringankan beban tugas kita.

Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. saat memberikan sambutan Balitkabi sebagai Balai Penelitian Nasional merupakan Balai yang memiliki potensi besar dengan sejarah yang panjang dan memiliki komoditas utama pada program Kementerian Pertanian, dan harus fokus pada komoditas utama tersebut (kedelai). Pengembangan kedelai diarahkan di luar lahan padi (lahan sub optimal), buat terobosan baru (misalnya kedelai dengan produksi > 5 t/ha atau kedelai transgenik), jangan menghabiskan waktu untuk pemutihan saja. Selanjutnya Ka. Badan berpesan untuk menghidupkan suasana scientific di Balai tiap minggu atau tiap bulan. Peneliti jangan hanya menulis di jurnal ataupun prosiding saja tapi harus menghasilkan inovasi. Inovasi teknologi terkini harus sampai pada masyarakat melalui diseminasi atau gelar teknologi di berbagai tempat di seluruh Indonesia karena petani menunggu inovasi teknologi dari peneliti yang bermanfaat dan bisa diterapkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

Foto bersama Pegawai Balitkabi dengan Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S., Kepala Balitbangtan Sebagai penutup Dr. Didik Harnowo menekankan kembali pesan-pesan dari Kepala Badan Litbang Pertanian. Sebagai peneliti jangan bangga jika belum menghasilkan inovasi teknologi, dalam melakukan penelitian harus lebih banyak bermitra dengan lembaga riset yang lain, dan inovasi terkini harus dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat. Selanjutnya Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa komunikasi ilmiah (suasana scientific) di Balitkabi sudah dilakukan secara rutin melalui seminar intern Balitkabi. Balitkabi sudah banyak melakukan diseminasi untuk mengenalkan hasil inovasi teknologi kepada masyarakat di seluruh Indonesia melalui gelar teknologi dan pameran di berbagai provinsi di Indonesia.
WR/KN