Berita » Perdalam Teknologi Akabi, Petani Ponorogo dan Mahasiswa Agroteknologi Kunjungi Balitkabi

Rabu (25/06) Balitkabi menerima dua kelompok tamu yang berbeda: Kelompok Tani dari Ponorogo dan mahasiswa Jurusan Agroteknologi. Kelompok Tani “Tani Murni” Ponorogo berjumlah 45 orang, diterima pada pagi hari dan 25 mahasiswa dan 1 pendamping pada siang hari.“Kami ingin mengembangkan kedelai varietas lain selain Gepak Kuning dan Gepak Ijo di Ponorogo, di samping itu kami juga ingin mengetahui teknik budidaya ubijalar”, ungkap ketua rombongan Endah Nurfayanti, PPL Kec. Mlarak Kab. Ponorogo, saat memberikan sambutan.Di kelas, rombongan petani Ponorogo mendapatkan materi tentang: (1) budidaya kedelai yang disampaikan oleh Prof. Sudaryono, (2) budidaya ubijalar yang disampaikan oleh Ir. Yudi Widodo, MS. Selanjutnya para tamu diajak ke Kebun Percobaan Kendalpayak. Mereka diberi penjelasan oleh Kepala KP Kendalpayak, Bpk Cipto Prahoro, SP. Di samping melihat keragaan pertanaman aneka kacang dan umbi, rombongan tani juga menyaksikan teknik penyilangan ubijalar yang dilakukan oleh peneliti Ibu Febria Cahya Indriani, MP. Di UPBS, rombongan tertarik untuk mencermati proses penyortiran benih kedelai yang dikerjakan mesin grader dan manual. Proses manual dilakukan para ibu. Penyortiran bertujuan untuk membuang campuran dari varietas lain di samping memilih benih yang bernas/tidak kusut dan tidak cacat.
Sementara itu, pada siang hari, mahasiswa Agroteknologi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, berjumlah 25 mahasiswa bersama Dekan Fakultas Pertaniannya, Ir. Jajuk Herawati, M. Kes., diterima dan langsung menuju Laboratorium Analis Kimia dan Pangan. Di lab ini, Suprapto SP menjelaskan fungsi beberapa alat yang digunakan untuk menganalisis kandungan gizi pangan meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan serat. Para mahasiswa jurusan agroteknologi tersebut juga melihat displai aneka umbi, di antaranya beberapa varietas ubijalar, garut, ganyong merah, dan ganyong hijau. Selain itu mereka juga diberi kesempatan untuk praktik membuat sawut ubijalar.Selanjutnya tamu mengunjungi KP Kendalpayak yang dipandu oleh Cipto Prahoro, SP. Di kebun tamu kunjungan dapat melihat visitor plot beberapa varietas dan galur harapan aneka kacang dan umbi. Selain itu, mereka juga dapat mengenal plasma nutfah aneka umbi potensial yang berasal dari beberapa daerah, antara lain talas, kimpul, suweg, ganyong, garut, dan uwi-uwian.
Pada akhir kunjungan, di Unit Pengelolaan Benih Sumber, para mahasiswa mengamati cara penanganan pascapanen benih kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau, mulai dari teknik pengeringan, sortasi melalui grader dan manual, pengemasan hingga teknik penyimpanannya di cold storage. Para mahasiswajuga melihat ruang uji daya tumbuh benih kedelai. Media yang digunakan untuk menguji daya tumbuh benih adalah pasir hitam yang telah disterilisasi.

AW/NC