Berita » Lagu Tahu Tempe penjelas manfaat kedelai

tk-bahrul-ulum-30nov2

  Inovasi di Balitkabi tak hanya di bidang penelitian. Berkomunikasi pun diinovasikan. Staf Jaslit mengenalkan inovasi lagu Tahu-Tempe untuk menjelaskan kegunaan kedelai. Lagu Tahu-Tempe, yang diadopsi dari gending jawa tersebut dicobakan kepada 60 murid Play Group & TK Bachrul Ulum Desa karangduren Kec. Pakisaji Kab. Malang yang berkunjung di Balitkabi, Rabu (30/11). Inilah syairnya: Tahu-tahu tempe, asale soko kedelai. Nadyan barang sepele, kabeh-kabeh mbutuhake, jalaran murah regane, jalaran duwur gizine. Tahu tempe… soko dele. (terjemahannya: Tahu dan tempe, bahannya dari kedelai. Walau barangnya sepele, semuanya membutuhkan, karena murah harganya, dan tinggi gizinya).

  Maka, di tengah-tengah kesibukan kantor di Balitkabi, tiba-tiba terdengar lantunan lagu Tahu-Tempe berirama Gending Jawa. Pelantunnya, 60 balita tersebut bersama para ibu gurunya, dengan bimbingan langsung Achmad Winarto. Suasana yang hiruk pikuk dan keributan anak-anak pun berangsur reda dan terarah. Lalu, keriangan pun menyeruak dipenuhi makna manfaat kedelai yang dikandung oleh lagu Tahu-Tempe. Lagu Tahu Tempe tersebut diajarkan secara instan, sambil berjalan, oleh Pak Win kepada para tamunya, saat anak-anak berkeliling melihat pertanaman kedelai di sawah Kebun Percobaan Kendalpayak, dan diulangi saat mereka melihat para pekerja UPBS menyortir benih kedelai. Selain diperkenalkan pada tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian, para balita tersebut juga diajak ke Gudang UPBS (Unit Pengelolaan Benih Sumber) dan penyimpan benih (cool storage). Di gudang UPBS, anak-anak melihat sortir aneka benih kedelai dan kacang tanah. Ketika menyaksikan ”cool storage” anak-anak sangat surprise dengan ”kulkas gede”, segede rumah mereka. Ketika pintu kulkas gede dibuka: “waooooo besar sekali kulkasnya”, celetuk beberapa anak TK. ”… wuihhhh, dingin!” beberapa siswa lain berkomentar. “Kalau udah selesai ayo keluar semua, jangan sampai ada yang masuk dan tertinggal lho, nanti jadi patung es”, pesan ibu Nur sambil bercanda.

Pada akhir kunjungan, anak-anak disuguhi es krim dan brownis dari ubi jalar produksi Lab Pangan Balitkabi.

Dengan sabar dan telaten, Pak Win (bersandar ke tiang) mengajarkan lagu Tahu Tempe

Anak-anak siswa Play Group dan TK “Bachrul Ulum” diperkenalkan pada aneka tanaman kacang dan umbi.


Anak-anak berebut menjulurkan tangannya untuk merasakan dinginnya “kulkas gede”


Anak-anak siswa Play Group dan TK “Bachrul Ulum”, para Guru berfoto bersama Dr. Joko SU (Peneliti Pangan) dan Pak Win (staf Jaslit).

 

Dilaporkan oleh Nur