Berita ยป Laporan Rapat Kerja Dewan Redaksi Majalah Ilmiah Badan Litbang Pertanian

Rapat kerja Dewan Redaksi Majalah Ilmiah Badan Litbang Pertanian diselenggarakan di PUSTAKA Bogor pada tanggal 24 Oktober 2012 dengan tema: Peningkatan kualitas Majalah Ilmiah mendukung Badan Litbang Pertanian sebagai Lembaga Penelitian Berkelas Dunia. Rapat diikuti oleh lebih kurang 100 peserta yang terdiri atas para dewan redaksi dan redaksi pelaksana majalah ilmiah Pusat/Balai Besar/Balai Penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian. Pertemuan diawali dengan Sambutan Kepala PUSTAKA yang pada intinya menyampaikan bahwa rapat kerja Dewan Redaksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan open house PUSTAKA 2012 yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Oktober 2012. Raker mempunyai tujuan: a. Meningkatkan pemahaman dewan redaksi/redaksi pelaksana terhadap standar akreditasi majalah ilmiah, b. Knowledge sharing mengenai pengelolaan majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian, c. Mengidentifikasi dan menganalisis hasil penilaian majalah ilmiah oleh LIPI, d. Menyusun strategi peningkatan kualitas majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian, dan e. Menyusun draf profil dewan redaksi/redaksi pelaksana majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian.

Keynote speech oleh Kepala Badan Litbang Pertanian sekaligus membuka dengan resmi acara rapat kerja tersebut. Dalam sambutannya, Ka Badan Litbang Pertanian memandang kegiatan tersebut sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan kemampuan Dewan redaksi dan redaksi pelaksana majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian. Disampaikan bahwa dari 28 majalah ilmiah yang diterbitkan Pusat Penelitian/Balai Besar/Balai Penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian, masih terdapat lima majalah ilmiah yang tidak/belum terakreditasi oleh LIPI. Diharapkan dalam waktu dekat semua majalah ilmiah tersebut akan segera terakreditasi. Disampaikan juga tekad Badan Litbang Pertanian untuk terus meningkatkan kualitasnya menjadi Badan Penelitian tingkat dunia. Disampaikan bahwa posisi Badan Litbang Pertanian di tingkat dunia meningkat dari posisi 771, naik menjadi posisi 290, sementara LIPI dari posisi 290, naik menjadi posisi 99. Disampaikan juga bahwa anggaran Badan Litbang Pertanian dari tahun ke tahun secara signifikan meningkat, sehingga kepada masing-masing unit kerja diminta untuk menyediakan anggara guna penguatan scientific research, termasuk ke dalamnya penguatan publikasi majalah ilmiah. Jumlah dan kualitas publikasi /majalah ilmiah merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan research and development. AARD Press pada tahun 2012 telah terealisir, dan diharapkan masing-masing Unit Kerja lingkup Badan Litbang Pertanian dapat secara maksimal memanfaatkan AARD Press tersebut.

Pada sesi berikutnya disampaikan dan dibahas dua makalah dari LIPI yaitu : Prof Dr. Rochadi (Ketua Panitia Penilai Majalah Ilmiah LIPI) tentang Kiat-kiat untuk mendapatkan akreditasi Majalah ilmiah dan Prof. Dr. Enny Sudarmonowati (Ketua Pusbindiklat LIPI) tentang Kebijakan akreditasi majalah ilmiah. Dalam paparannya Prof. Dr Rochadi menyampaikan Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah yang diterbitkan oleh LIPI pada tahun 2011 agar dijadikan acuan untuk pengajuan akreditasi. Aspek-aspek yang akan dinilai untuk akreditasi majalah ilmiah antara lain: substansi, penyunting dan mitra bestari, gaya penulisan, kelembagaan penerbit, keberkalaan, kemantapan penampilan, layanan tambahan dan penamaan yang berturut-turut mempunyai bobot nilai: 36, 17, 15, 9, 8, 8, 4, dan 3. Diminta para dewan redaksi/redaksi pelaksana dan mitra bestari untuk memperhatikan rambu-rambu yang tertuang dalam pedoman tersebut. Menurut pedoman akreditasi tahun 2011 tersebut, suatu majalah ilmiah akan terakreditasi apabila: total nilai lebih besar atau sama dengan 70, tapi nilai substansi tidak kurang dari 20. Untuk akreditasi ulang, nilai substansi minimal 25. Majalah ilmiah yang telah mendapat akreditasi agar memperhatikan dan mengikuti saran/catatan yang diberikan LIPI pada saat akreditasi. LIPI akan terus memantau soft copy majalah-majalah yang dikirim ke LIPI setelah mendapat akreditasi. Apabila tidak mengikuti catatan tersebut akan dilakukan penalti dengan pengurangan nilai 0-4%, tergantung berat ringannya kesalahan yang dilakukan.

Prof. Dr. Enny Sudarmonowati menyampaikan bahwa produktivitas peneliti Indonesia dalam menghasilkan karya tulis ilmiah jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia atau Singapura. Diharapkan dengan sistem penilaian akreditasi kualitas majalah ilmiah di Indonesia akan meningkat yang dapat dilihat dari jumlah majalah ilmiah yang diindexing oleh Scopus, Thomson Reuters. Kedepannya majalah ilmiah di Indonesia diarahkan menuju Online (OL), e-journal dan Internasionalisasi jurnal. Oleh karena itu diharapkan adanya redaksi yang berkeahlian bahasa Inggris. Di antara majalah ilmiah Kementerian Pertanian, majalah IJAS (Indonesian Journal of Agriculture Science) diharapkan terus ditingkatkan kualitasnya dan diarahkan menjadi jurnal ilmiah internasional antara lain dengan melibatkan mitra bestari dan penyunting berskala internasional, memuat karya tulis ilmiah yang memiliki nilai novelty dan mendistribusikan majalah ilmiah secara internasional.

Dalam melaksanakan tatacara dan persyaratan akreditasi, LIPI telah melakukan kerjasama dan harmonisasi dengan DIKTI, sehingga tidak ada lagi LIPI vs DIKTI. tetapi saling menghargai dan mengakui.

Pada sesi diskusi kelompok dibahas tentang Strategi peningkatan kualitas majalah ilmiah untuk mencapai dan mempertahankan akreditasi dengan moderator Prof. Dr. Subandryo dan Prof.Dr. Supriyadi meliputi aspek substansi, penyunting & mitra bestari, kelembagaan penerbit, penamaan, gaya penulisan, penampilan, keberkalaan dan layanan tambahan. Telah disepakati bahwa para Dewan redaksi agar mempelajari dan semaksimal mungkin mengikuti Pedoman akreditasi majalah ilmiah LIPI tahun 2011. Telah dihasilkan draf strategi peningkatan kualitas majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian yang setelah diperbaiki dan disempurnakan akan disampaikan kepada seluruh dewan redaksi pengelola majalah ilmiah lingkup Badan Litbang Pertanian.