Berita » Larisnya Es Krim dan Jus Ubi Jalar di Agro Inovasi Fair 2017

Es krim ubi jalar ungu dan jus ubi jalar produksi Inkubator Bisnis Ibu Detin Khoeretin di pameran Agro Inovasi Fair 2017 di Bogor.

Es krim ubi jalar ungu dan jus ubi jalar produksi Inkubator Bisnis Ibu Detin Khoeretin di pameran Agro Inovasi Fair 2017 di Bogor.

Produk ubi jalar yang selama ini hanya dikenal dalam bentuk ubi rebus/goreng dan keripik ternyata dapat diubah menjadi es krim dan jus yang menarik warna dan penampilannya. Rasa yang ‘maknyus’ dan segar, membuat kedua produk tersebut laris manis pada waktu dipamerkan pada acara Agro Inovasi Fair (AIF) di LG Atrium Botani Square Bogor. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian tanggal 22 hingga 26 November 2017 dengan mengusung tema “Bangkitkan Generasi Muda Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Pertanian”.

Selama tiga hari pameran saja, sekitar 300 cup es krim dan 200 botol jus telah habis terjual. Peminatnya beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hal ini menyebabkan Ibu Detin Khoeretin, inkubator bisnis Balitbangtan yang memproduksi kedua produk tersebut kewalahan untuk menambah volume penjualannya.

Selama setahun bermitra dengan Balitbangtan yang dimediasi oleh BPATP Bogor, kedua produk yang merupakan inovasi Balitkabi tersebut telah diproduksi dan dipasarkan sendiri di kantin miliknya di Ciamis, Jawa Barat. Selain AIF, berbagai kegiatan pameran juga diikuti Ibu Detin, termasuk Hari Pangan Sedunia Jawa Barat yang lalu di Cibinong. Dampak positif mulai dirasakan, karena sejak itu, permintaan untuk menyediakan jus ubi jalar meningkat, terutama pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Selama pameran AIF ini, Ibu Detin juga mendapatkan pelanggan baru yang meminta pengiriman kedua produk tersebut secara berkala ke Sukabumi. Saat ini, nomor pendaftaran PIRT untuk jus ubi jalar tersebut sedang diproses di Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

Pada acara AIF ini, Balitkabi juga memamerkan dua produk lain dari ubi kayu, yaitu cake tape produksi inkubator bisnis Balitkabi ‘Roti Boss’ dan tiwul instan. Kedua produk tersebut juga cukup diminati pengunjung AIF, bahkan ada yang langsung memborong 10 bungkus tiwul sekaligus. Hal ini menunjukkan, bahwa promosi melalui pameran cukup efektif untuk sosialisasi produk olahan aneka umbi yang selama ini dianggap inferior karena dengan penampilan yang cantik dan rasa yang memikat, olahan tersebut tidak kalah untuk dikomersialisasikan sekaligus meningkatkan nilai tambah dan mendukung upaya diversifikasi berbahan baku pangan lokal. Tiga produk yang dipamerkan, yakni jus dan es krim ubi jalar serta tiwul instan sedang dalam proses penerbitan sertifikat patennya. Semoga produk lokal semakin berjaya dan diminati, terutama oleh generasi muda.

Cake tape ubikayu dan tiwul instan di pameran Agro Inovasi Fair 2017 di Bogor.

Cake tape ubi kayu dan tiwul instan di pameran Agro Inovasi Fair 2017 di Bogor.

EG