Berita » Lawatan ke Brazil dan Amerika Serikat

novi-1

Salah satu peneliti Balitkabi, Dr. Novita Nugrahaeni, mendapat tugas mendampingi Wamentan pada kunjungan kerja ke Brazil dan Amerika Serikat pada tanggal 5 hingga 17 November 2012. Amerika Serikat dan Brazil merupakan negara penghasil kedelai terbesar di dunia dan impor kedelai Indonesia terbesar berasal dari Amerika Serikat. Mengunjungi dan mendokumentasi kemajuan teknologi di kedua negara tersebut diharapkan dapat menjadi modal informasi dan teknologi tambahan yang bermanfaat bagi kemajuan perkedelaian dan penelitian di Indonesia. Selama di Brazil dan Amerika Serikat, Wamentan dan rombongan mengunjungi beberapa perusahaan yang bergerak di perdagangan hasil pertanian dan produk pertanian, Conab (di Brazil, berfungsi seperti Bulog), lembaga-lembaga penelitian, Asosiasi kedelai Amerika, Gubernur dan wakil Menteri Pertanian di kedua negara. Di antara banyak perusahaan, lembaga, dan institusi yang dikunjungi, Conab di Brazil dan Laboratorium Genomik Orion merupakan dua target kunjungan yang menarik untuk dilaporkan di sini.

Conab (Companhia Nacional de Abastecimento) adalah lembaga pemerintah yang bertugas seperti Bulog di Indonesia. Tugas Conab di antaranya adalah menjamin ketersediaan pangan, menjamin pendapatan petani produsen, menyediakan informasi di bidang pertanian, menetapkan harga komoditas pertanian, menampung/membeli hasil pertanian, dan sebagai penyalur pangan untuk masyarakat miskin dan pada saat terjadi bencana. Conab mempunyai website yang diisi dengan informasi dalam beberapa bahasa sebagai pendukung salah satu tugasnya sebagai penyedia informasi. Penentuan harga dilakukan sebelum tanam dan berlaku untuk satu musim tanam. Apabila harga pada saat panen lebih rendah dari harga minimum, pemerintah bertanggung jawab membeli/menampung semua hasil panen petani. Kalau harga di pasaran lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan pemerintah, petani bebas untuk menjual hasil panennya ke pasar. Komoditas yang ditangani conab jagung, kedelai, kapas, dan kacang-kacangan selain kedelai. Meskipun secara fisik kantor Conab relatif sederhana (Gambar 1) namun mempunyai fasilitas dan dukungan dana yang sangat besar. Fasilitas yang dimiliki Conab untuk mendukung tugasnya adalah gudang dengan kapasitas 130 juta ton dan anggaran yang cukup besar. Pemerintah melindungi petani dengan memberikan asuransi yang dikelola oleh Bank untuk kondisi gagal panen. Rata-rata produktivitas kedelai di Brazil mencapai 2 t/ha.


Orion Genomics adalah perusahaan swasta yang mengembangkan penelitian di bidang bioteknologi. Perusahaan ini telah menemukan biomarker untuk mendukung strategi aliansi, alur pengembangan produk, dan menawarkan pelayanan genomik untuk penelitian kesehatan, pertanian, dan biofuel. Di samping itu, perusahaan ini telah bekerjasama dengan banyak lembaga internasional, di antaranya dari Selandia Baru, Malaysia, dan institusi/perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Orion Genomics telah mempresentasikan proposal partnership ke Indonesia yang ditawarkan meliputi mengadakan training di bidang teknologi genom, melakukan sequence tanaman tropis yang belum diteliti (karet, tebu, kopi, teh, mangga, kelapa, dan pisang), melakukan penelitian keragaman genetik untuk tanaman tropis penting, menyusun program genomik untuk peningkatan hasil, pemanfaatan lahan, perlindungan keragaman hayati, keuntungan industri, karakterisasi keragaman genetik penduduk Indonesia untuk kesehatan.

Pada kunjungan di lab Orion, dilakukan peninjauan fasilitas laboratorium Orion yang dipandu oleh Dr. H. Muhammad Arif Budiman (Gambar 2) dan presentasi makalah Dampak genomik terhadap kesehatan dan life sciences oleh R. K. Wilson yang menguraikan penelitian genomik pada sel kanker, Keuntungan investasi penelitian genomik –studi kasus proyek genom untuk manusia oleh Nathan D. Lakey, dan Peluang untuk melakukan penelitian genomik di Indonesia oleh M. Arief Budiman (Gambar 3). Dr. M. Arief Budiman adalah warganegara Indonesia yang bekerja di lab Orion.

Return of investment penelitian genomik untuk manusia (kesehatan) di Amerika lebih tinggi dibandingkan di bidang pertanian karena penduduk Amerika lebih sadar terhadap kesehatan. Penelitian genomik di Indonesia disarankan untuk pengembangan pertanian dalam upaya mendukung food security.