Berita » Lewat Jamur Phytoptora sp., Pemulia Kacang Hijau Rudi Iswanto Raih Doktor

Setelah menempuh pendidikan Doktor selama kurang lebih 5 tahun (2008-2013) Rudi Iswanto SP, MP akhirnya berhasil memperoleh gelar Doktor bidang pertanian pada hari Senin, 25 November 2013. Disertasi Pak Rudi berjudul “POLA PEWARISAN KETAHANAN KACANG HIJAU TERHADAP PENYAKIT LAYU JAMUR (Phytopthora sp.) DAN IMPLIKASINYA DALAM SELEKSI”, digelar pada Sidang Terbuka di Aula Utama Pascasarjana Universitas Brawijaya, dipimpin oleh Prof.Dr. M. Lutfi Rayes, M.Sc. Tim penguji berjumlah tujuh orang terdiri dari Prof. Dr. Kuswanto, MS. (promotor I ), Prof. Dr. Astanto Kasno, MS. (Ko Promotor), Prof. Dr. M. Lutfi Rayes, M.Sc. Ko-Promotor II), Prof. Dr. Abdul Latif Abadi, MS. ( Penguji), Prof. Dr. Nur Basuki (Penguji), Prof. Dr. Sudiarso, MS (Penguji), Dr.Ir. Suwarso, MS (Penguji Tamu dari Balitas Malang). Sidang dihadiri oleh kolega promovendus, peneliti Balitkabi, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya, dan keluarga promovendus yang berjumlah sekitar 100 orang.Dalam disertasinya Dr. Rudi menyampaikan bahwa penyakit tular tanah yang disebabkan oleh jamur Phytoptora sp. merupakan penyakit penting pada tanaman kacang hijau. Penyakit ini dapat menimbulkan penurunan hasil hingga 70–80%. Gejala penyakit ini adalah tanaman menjadi layu, katiledon agak busuk dan basah, dan timbul warna putih pada daun. Hingga saat ini belum ada varietas unggul kacang hijau yang tahan terhadap penyakit jamur tersebut. Selama ini pengendalian hanya dilakukan dengan senyawa kimia yang tentu akan menambah biaya produksi. Perakitan varietas unggul baru menjadi salah satu alternatif terbaik dalam menanggulangi masalah tersebut karena pengendaliannya lebih ekonomis, mudah, dan ramah lingkungan. Hasil kajian terhadap pewarisan ketahanan kacang hijau terhadap penyakit layu jamur phytoptora sp. diperoleh beberapa temuan baru yang bermanfaat.untuk meningkatkan ketahanan tanaman kacang hijau. Penemuan baru tersebut antara lain periode kritis tanaman kacang hijau terjadi pada umur 15 hari dan galur-galur yang memiliki hipokotil berwarna ungu diduga memiliki ketahanan lebih tinggi. Dalam sidang terbuka, Promovedus dicecar dengan berbagai pertanyaan dari tim penguji. Dengan sikap tegas dan percaya diri, promovendus dapat menjawab dengan baik semua pertanyaan yang diajukan. Setelah sidang selesai, tim penguji menyimpulkan bahwa saudara Rudi Iswanto SP. MP. dinyatakan lulus dan harus menyelesaikan perbaikan dalam disertasinya paling lambat 28 November 2013. Setelah Promovendus menyetujui, sidang kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan ucapan selamat dari para tamu undangan baik dari rekan kuliah maupun rekan kerja dari Balitkabi.

Selamat Doktor Rudi. Selamat balik untuk berkarya memuliakan kacang hijau untuk Indonesia.

Sutrisno/AW