Berita » Memaknai Senjang Hasil Komoditas Tanaman Pangan

senjang

Disela-sela kunjungan kerja ke IP2TP Muneng, Probolinggo, 3 Juni 2021, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Kapuslitbangtan), Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si., memberikan arahan tentang senjang hasil tanaman pangan di ruang rapat IP2TP Muneng, diikuti oleh beberapa peneliti Balitkabi.

Memulai arahannya, Kapuslitbangtan menyampaikan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadi tumpuan dalam pencapaian target-target Kementerian Pertanian. Karenanya, jajaran Balitbangtan, khususnya peneliti, harus bekerja all-out. Pangan telah menjadi komoditas strategis, jangan lupa, di dalamnya ada komoditas akabi, termasuk porang. Komoditas tersebut, akhir-akhir ini sedang gencar-gencarnya dibicarakan oleh publik. Pilihannya, harus direspon cepat.

Berbicara pangan, maka disitu juga ada masalah senjang hasil. Hal ini yang harus kita kritisi, senjangnya masih cukup lebar, antara hasil riset dengan tingkat implementasinya. Oleh karena itu, hilirisasi bukan hanya berbicara di ranah off-farm, tetapi juga on-farm. Pertanyaan kepada kita, apakah teknologi yang telah kita rakit belum mampu mendongkrak hasil tinggi, apakah teknologi yang sudah kita rakit belum sesuai, ataukah belum sampai kepada pengguna. Diingatkan oleh Kapuslitbangtan, kesemuanya perlu diperbaiki. Pada tingkat implementasi di lapang, sebenarnya varietas dan teknologi sudah banyak, rekomendasi juga sudah dibuat sesuai peta kesesuaiannya, namun yang terjadi di lapangan, rekomendasi tersebut masih jauh terimplementasikan. Kalau demikian, artinya senjang hasil bukan berada di ranah teknologi, bukan karena kita tidak memetakan kesesuaian ataupun tidak membuat rekomendasi, tetapi penerapan di lapang yang nampaknya belum maksimal. Kalau demikian lagi, maka tugas kita bukan hanya melaksanakan tupoksi, tapi sandingkan juga dengan fase diseminasi dan hilirisasi.

“Jika kiranya diseminasi atau penyuluhan itu bukan menjadi tugas kita, paling tidak bagaimana kita membuktikan keunggulan teknologi kita di lapang, demplot-demplot harus berhasil, artinya semua komponen teknologi rekomendasi harus diadakan sesuai dengan yang kita buat, sehingga dari kegiatan tersebut tergambarkan dan mampu memberikan keyakinan adanya keunggulan teknologi baru dari teknologi yang telah kita hasilkan” demikian pertegas Kapuslitbangtan. Bincang penuh keakraban, yang sangat menarik.

senjang1 senjang2
Kapuslitbangtan bersama dengan staf IP2TP Muneng (kiri) dan peneliti Balitkabi (kanan)

AK