Berita » Memantapkan Program Pengembangan Kedelai

Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian ke Balitkabi, 2 Oktober 2019

Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian ke Balitkabi, 2 Oktober 2019

Sehubungan dengan persiapan pelaksanaan FGD kebijakan pengembangan kedelai, Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi dan pemulia kedelai Dr. Muchlish Adie telah melakukan pertemuan dengan Kedeputian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, pada 27 September 2019 lalu. Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut maka pada 2 Oktober 2019, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian melakukan kunjungan ke Balitkabi. Tim yang terdiri dari Yudha Setiaji (Kabid. Produksi dan Distribusi Pangan), Ronald H. Hutabarat (Kasubbid. Analisis Produksi dan Konsumsi Pangan), dan Maya Kartika Sari (Kasubbid. Pengendalian Kebijakan Produksi dan Distribusi Pangan).

Suasana diskusi dan pengamatan beberapa varietas kedelai

Suasana diskusi dan pengamatan beberapa varietas kedelai

Mengawali pertemuan, Dr. Rudi Iswanto selaku Plh. Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa Balitbangtan telah menyediakan berbagai teknologi budi daya, termasuk varietas, untuk setiap agroekologi kedelai di Indonesia. Yudha Setiaji mengutarakan bahwa impor kedelai terus meningkat, walaupun yang terbesar adalah berupa bungkil kedelai. Yang perlu diwaspadai adalah jika negara pengekspor terpapar oleh perubahan iklim yang berdampak terhadap penurunan produktivitas kedelai maupun terjadi perubahan kebijakan sehingga ekspor kedelai menjadi terkurangi. “Bagaimana dampaknya terhadap ribuan UMKM di Indonesia yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku usahanya?, kata Yudha. Mau tidak mau memang harus dimulai program pengembangan kedelai yang mempertemukan produsen (petani) – pengusaha dengan melibatkan BUMN, koperasi maupun importir.

Yudha juga mempertanyakan dampak mengenai banyak varietas kedelai dengan beragam ukuran biji terhadap kualitas produk kedelai dari industri. Tentu, setiap varietas kedelai memiliki karakter khusus, berupa ukuran biji, kandungan kimiawi dan lain sebagainya. Perlu memetakan keperluan industri terhadap karakter biji kedelai yang diperlukan. Balitkabi akan menginformasikan varietas yang sesuai termasuk menyediakan benih sumber dari varietas bersangkutan.

Persoalan kedelai bukan berada di tataran teknologi budidaya. Masih sering dilontarkan kalau kedelai bukan tanaman asli Indonesia, ketidaksiapan benih dan lain sebagainya. Berbagai diskusi yang dilakukan di Balitkabi akan digunakan sebagai acuan dalam persiapan FGD dengan berbagai pelaku kedelai di Indonesia.

Kunjungan ke UPBS Balitkabi

Kunjungan ke UPBS Balitkabi

MMA