Berita » Membangun Sistem Usahatani Tangguh di Aceh

Tim review (no 3 dan 4 dari kiri) bertatap muka dan berdiskusi dengan para petani dan penyuluh lapang di Desa Sukun Peudaya, Kab. Pidie, Prov. NAD

Balitkabi bersama ACIAR dan mitra kerja di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam melakukan final review meeting di Banda Aceh, pada 6-7 November 2012. Kegiatan ini merupakan bagian kerjasama ACIAR project no SMCN/2007/040: Building more profitable and resilient farming systems in Naggroe Aceh Darussalam and New South Wales.

Final review dilakukan oleh dua external reviewers yang ditunjuk oleh ACIAR, yaitu Prof Dr Sabaruddin dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh dan Dr. Robert Williams dari Seeds of Life, Timor Leste. Review dihadiri oleh pimpinan program ACIAR, Dr. Gamini K., ACIAR Liasion Indonesia Mrs Francis Barn, pimpinan proyek Dr Peter Slavich dari New South Wales Department of Primary Industry disertai 4 anggota tim dari Australia. Sedangkan dari Indonesia, Ir. T. Iskandar MS sebagai pimpinan proyek disertai semua anggota tim baik dari BPTP NAD, BB Padi, Balai Penelitian Tanah, Balitkabi, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), petani kooperator maupun tim (Pengajar dan mahaisiwa) Fak. Pertanian Univ. Syiah Kuala. Jumlah peserta sekitar 70 orang. Secara ringkas disampaikan bahwa kegiatan penelitian dilakukan adalah: 1) Pengembangan pengelolaan tanaman terpadu padi di dua desa untuk setiap kabupaten dari empat kabupaten lokasi penelitian (Aceh Besar, Pidie, Pidie jaya, dan Birueun). Di setiap desa kegiatan dilakukan di petak permanen (long term permanent site) yang dikelola bersama-sama dengan PPL dan kelompok tani selama tiga tahun. Pola tanam yang diaplikasikan adalah berbasis padi. Di petak permanen ini, dilakukan demo dan pengkajian untuk budidaya tanaman padi terutama dari aspek varietas, tata letak tanaman, dosis pupuk NPK, dan aplikasi pupuk organik. Selain padi, introduksi teknologi juga dilakukan untuk tanaman palawija terutama kedelai dan kacang tanah. Namun demikian tanaman sayur dan buah juga mendapat tempat. Kehadiran petak permanen sangat bermanfaat terutama bagi PPL, karena ini menjadi sarana edukasi dan petak kunjungan kelompok-kelompok tani dari tempat lain. Selain kegiatan di petak permanen yang dikelola oleh bapak tani, 2) Kegiatan wanita tani yaitu bertanam sayur dan beternak di lahan kelompok. Para ibu bertanam sayuran secara organik. Hasil ladang kelompok dikonsumsi seluruh anggota kelompok dan sisanya dijual. Dari kegiatan ini para ibu belajar cara bercocok tanam secara organik, juga belajar berusahatani. 3). Kegiatan penelitian penggunaan biochar untuk membantu memperbaiki kesuburan lahan sawah.

Tim review (no 3 dan 4 dari kiri) bertatap muka dan berdiskusi dengan para petani dan penyuluh lapang di Desa Sukun Peudaya, Kab. Pidie, Prov. NAD

Pada hari ke-1 tanggal 6 November 2012 dilakukan kunjungan lapang ke Desa Naga Umbang, Kab. Aceh Besar dan Desa Sukun Peudaya, Kab. Pidie. Pada kedua desa terdapat petak percobaan jangka panjang (long term permanent site), dengan kegiatan penelitian selama 3 tahun dilakukan. Di kedua lokasi tim review bertatap muka dan berdiskusi dengan para PPL, petani kooperator, dan wanita tani, untuk mendapatkan respons tentang kegiatan penelitian yang dilakukan. Pada saat review, tidak ada pertanaman di long term permanent site.

Presentasi hasil kegiatan proyek di Aula BPTP Aceh

Pada hari ke-2 tanggal 7 November 2012 kegiatan dilakukan di Aula BPTP Aceh, yaitu penyampaian hasil Catchment survey, Farmers Participatory survey, Kegiatan Pengkajian dan Demonstrasi, Impact survey dari semua kegiatan yang dilakukan di empat long term permanent site. Pada siang hari dilanjutkan dengan Forum Petani yang diisi oleh PPL dan petani kooperator dari masing-masing long term permanent site. Acara pada sore hari adalah penyampaian kegiatan wanita tani (KWT) baik oleh penanggung jawab KWT, Koordinator Kelompok wanita tani, mapun PPL yang membina kegiatan wanita tani di empat desa dari empat kabupaten.

Pada hari ke-3 tanggal 8 November 2012 dilakukan penyampaian hasil penelitian baik yang dilakukan oleh tim dari Australia, maupun dari Indonesia berturut-turut dari BB Padi, Balai Penelitian Tanah. Pada siang hari disampaikan Science and Capacity Building di Syiah Kuala Aceh. Dari proyek ini, sebanyak 11 mahasiswa S1 dan S2 ikut serta melakukan kegiatan penelitian untuk tugas akhir mereka.

Salah satu sudut kebun sayur kelompok wanita tani di Desa Naga Umbang, Kab. Aceh Besar