Berita » Membekali Pengelola UPBS BPTP

  Kiprah Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) sebagai penyedia benih; tidak diragukan lagi.  UPBS Balitkabi yang telah menerapkan sistem manajemen mutu dan telah bersertifikat ISO 2001:2008 dalam memproduksi BS aneka kacang dan umbi; berhak untuk melakukan sertifikasi mandiri.  Melalui keberadaan UPBS, inovasi varietas, lebih cepat didiseminasikan, dan akan lebih cepat sampai ke pengguna.  Badan Litbang Pertanian, mulai tahun 2011; mendorong BPTP untuk membentuk UPBS; sehingga logistik benih sumber akan lebih tersedia, dan akan lebih efisien. Memacu dan mendorong UPBS di BPTP, memerlukan dukungan SDM yang andal.  Pelatihan Produksi Benih Sumber Kedelai bagi petugas UPBS BPTP, yang diprakarsai oleh Badan Litbang Pertanian, di UMM Inn dan Balitkabi, 11–13 Oktober 2011; diikuti oleh 25 petugas UPBS BPTP  dari 17 Provinsi sentra kedelai; ditambah dengan 3 CPNS Balitkabi; dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan petugas UPBS BPTP  dalam merencanakan dan melaksanakan produksi benih sumber kedelai dengan prinsip-prinsip dasar Pengelolaan Tanaman Terpadu; meningkatkan keterampilan petugas UPBS BPTP untuk mengidentifikasi varietas unggul baru kedelai, menerapan inovasi teknologi budidaya kedelai dan teknologi penyimpanan benih; serta meningkatkan kete­rampilan petugas UPBS BPTP dalam memproses sertifikasi benih.  Dengan format pelatihan di kelas dan di lapang; yang pelaksanaannya dipercayakan ke Balitkabi; diharapkan UPBS di BPTP dapat dikelola secara optimal; khususnya untuk komoditas kedelai. Pembekalan disampaikan oleh peneliti Balitkabi; BPSB Jawa Timur; pengelola UPBS Balitkabi; dengan materi sebagai berikut:

  1. Peran Badan Litbang Pertanian dalam  penyediaan benih sumber
  2. Pengenalan VUB dan produksi benih sumber kedelai
  3. Masalah hara dan pemupukan spesifik lokasi kedelai
  4. Identifikasi hama penting dan pendekatan pengendalian hama terpadu kedelai
  5. Identifikasi penyakit penting dan pendekatan pengendalian hama terpadu kedelai
  6. Prosesing dan penyimpanan benih
  7. Sertifikasi Benih kedelai
  8. Pengelolaan UPBS.

Proses produksi dan ketersediaan benih yang siap di pasarkan, diharapkan adanya jalinan komunikasi lewat internet/website yang dipusatkan di Balitkabi.  Beberapa peserta dari BPTP yang telah siap untuk memproduksi benih telah membawa benih sumber kedelai dari beberapa varietas kelas Benih Dasar (BD/FS) untuk dikembangkan menjadi Benih Pokok (BP/SS) dan Benih Sebar (ES).  Sebagian peserta menyampaikan, padatnya materi yang diberikan, terasa waktu pelatihan terlalu singkat. Pada kunjungan lapang di KP Kendalpayak, peserta pelatihan dibekali cara rouging dari berbagai fase pertumbuhan kedelai, untuk mempertahankan mutu genetik benih. Bahkan peserta pelatihan kagum melihat proses seleksi Benih Penjenis (BS) yang dilakukan di Gudang UPBS Balitkabi.  Rumit, sulit, dan memerlukan tenaga terampil dan terlatih; kesannya. Kesan ini mengindikasikan bahwa peserta pelatihan, benar-benar memperhatikan cara seleksi benih.  Kebiasaan, ketekunan akan mengantarkan menjadi pengelola UPBS yang andal.