Berita ยป Memperderas Informasi Inotek Kedelai

Harus diakui bahwa olahan kedelai telah menjadi pangan keseharian dari masyarakat Indonesia. Balitbangtan tentu sudah sangat siap menyediakan inovasi teknologi (inotek) dari hulu hingga hilir untuk komoditas kedelai. Dalam rangka mengupdate inotek kedelai, TV Tani mengundang Balitkabi secara daring pada tanggal 8 Januari 2021 untuk menginformasikan tentang perkedelaian saat ini. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. yang didampingi oleh peneliti Balitkabi, menginformasikan secara komprehensif tentang inotek kedelai yang telah dicapai oleh salah satu UPT Balitbangtan yakni Balitkabi.

Mengawali perderasan informasi di TV Tani, dipertanyakan tentang status keunggulan varietas kedelai Indonesia, sejarah, dan bahkan hingga preferensi masyarakat Indonesia. Beberapa tahun terakhir, Balitbangtan merancang varietas unggul baru (VUB) kedelai, yang disamping arahnya ke spesifik lokasi (lingkungan), juga menyesuaikan dengan tuntutan pengguna berupa umur genjah dan biji besar. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah muatan kandungan gizinya, yaitu protein tinggi, isoflavon, dan sebagainya. Jangan lupa, kedelai Indonesia tidak kalah dengan kedelai impor. Kedelai Indonesia mengandung protein yang lebih tinggi, karenanya rasanya lebih gurih. Contohnya, tahu yang berbahan baku kedelai Indonesia mempunyai rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan tahu yang berasal dari kedelai impor. Belum lagi rendemennya yang lebih tinggi dibanding kedelai impor.

Balitbangtan memberikan dukungan terhadap program peningkatan produktivitas kedelai nasional melalui VUB yang dipadukan dengan teknologi budidaya yang berkesesuaian dan bersifat spesifik lokasi. Beberapa teknologi kedelai inovatif telah dirakit, antara lain inotek untuk lahan sawah, lahan kering, lahan masam, naungan, genangan, dan sebagainya. Bahkan, Balitbangtan siap mengembangkan kedelai berukuran biji besar (sekitar 20 g/100 biji) dan diikuti dengan umurnya yang super genjah (71 hari). Inotek kedelai Balitbangtan siap dikembangkan pada lahan tropis Indonesia.

Bravo kedelai Indonesia. Jaya dan hebat petani kedelai Indonesia.

inotek inotek2
Liputan TV Tani tentang inotek kedelai Balitkabi (Sumber Foto: FB Yuliantoro Baliadi)

AA/YB/AK