Berita » PUI Harus Aktif Perkuat Hilirisasi Inovasi

Tindaklanjut penetapan Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada Desember 2014, yang saat ini berjumlah 27 PUI, dilakukan pembahasan pada tanggal 29 Januari 2015 di Ruang Rapat Gedung II BPPT Jakarta. Pembahasan dihadiri oleh seluruh PUI dengan membahas kegiatan PUI tahun 2015 dan pengembangan pusat eksibisi. Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo didampingi oleh Muchlish Adie menghadiri pembahasan PUI tersebut. Deputi Bidang Kelembagaan Iptek, Dr. Mulyanto, M.Eng., menyampaikan bahwa titik kritis Iptek adalah pada bagian hilir, karenanya perlu melakukan kapitalisasi pada aspek hilir, aspek hasil dari litbang. Perlu dilakukan penguatan hilirisasi untuk mengarah pada pengembangan ekonomi industri. Asdep Kelembagaan Iptek juga menyampaikan bahwa kegiatan workshop dan eksibisi harus diposisikan sebagai investasi bukan cost. Investasi dimaknakan sebagai tabungan manfaat dan keuntungan di masa yang akan datang. OECD Science, Technology and Industry Outlook 2014, pada Hot issue 2 disampaikan bahwa strengtheneng public R&D capacity and infrastructure in carrying out the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesian Economic Development (MP3EI), the Ministry of Research and Technology (Ristek) has developed the Pusat Unggulan Iptek (centre of excellence) Programme.

Pembahasan PUI di Gedung II BPPT Pusat Eksibisi sementara akan dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah. Balitkabi yang telah ditetapkan sebagai Pusat Riset Akabi diwajibkan untuk berperan dalam Pusat Eksibisi dengan memamerkan inovasi yang telah dihasilkan dan bernilai ekonomi menguntungkan. Di sisi inilah perlu dipikirkan inovasi mana yang perlu dieksibisikan dan berpeluang ditangkap oleh pebisnis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Di samping Pusat Eksibisi tersebut, sebagai PUI, Balitkabi juga diwajibkan hadir pada Workshop PUI di Bogor, Harteknas pada bulan Agustus, dan Eksibisi pada Penganugerahan PUI pada Desember 2015.

MMA/AW