Berita » Memperkuat Posisi Porang di Indonesia bersama Bappenas

Peneliti Porang Balitkabi pada acara diskusi online dengan Bappenas

Peneliti Porang Balitkabi pada acara diskusi online dengan Bappenas

Porang, saat ini tampil mempesona. Simaklah, kenaikan ekspor porang 160% capai angka 8.675 ton di Oktober 2020. Karenanya sangat tepat, Bappenas melalui Direktur Pangan dan Pertanian, Ir. R. Anang Noegroho Setyo Moeljono, MEM., serta Analis Kebijakan Bappenas, Ir. Jarot Indarto, Ph.D., meminta informasi perkembangan hulu-hilir porang di Indonesia. Inti yang disampaikan bahwa umbi-umbian merupakan salah satu indikator RPJM 2020-2024, sehingga Bappenas juga fokus pada pengembangan komoditas umbi-umbian, salah satunya adalah porang.

Pak Jarot berharap dari paparan online ini dapat disampaikan sisi onfarm (budidaya) hingga sistem agribisnisnya, tentunya berbasis integrasi hulu-hilir menuju upscale atau scalling-up melalui pendanaan APBN atau SBSN.

Pada 17 Februari 2021, Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., disertai para peneliti porang Balitkabi, memimpin diskusi secara daring tersebut. Balitkabi memaparkan budidaya porang standar yang nantinya dapat dijadikan rujukan baku budidaya porang di Indonesia. Paparan fokus pada strategi pelepasan varietas porang Madiun 1, yang merupakan satu-satunya varietas porang yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Mengupas sistem usaha tani porang yang begitu menguntungkan serta timbulkan minat tinggi petani dan masyarakat untuk menanam dan bisnis porang.

Di sesi diskusi tematik, bahasan ke arah permasalahan persiapan benih porang, analisis usaha tani, bentuk korporasi yang berkembang, hingga tersedianya data geospasial lokasi, poktan, dan sebagainya. Harapan Pak Anang selaku Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, hasil diskusi yang diikuti juga peneliti BB Pascapanen dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, dapat dijadikan bahan untuk menyusun SOP porang dan akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan.

YB

bapenas1 bapenas2
 Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas (Ir. R. Anang Noegroho Setyo Moeljono, MEM.), Kepala Balitkabi (Dr. Ir. Titik Sundari, M.P.) dan peneliti (Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S.)