Berita ยป Menanti Benih untuk SLPTT Kedelai

Kabupaten Tabanan di Bali sebetulnya merupakan sentra kedelai. Di beberapa kecamatan seperti Kediri, kedelai masih ditanam hingga saat ini. Dari kunjungan pemulia kedelai Balitkabi (Muchlish Adie) ke Tabanan, 12-13 Maret 2014, diperoleh informasi tahun 2014 Tabanan mencanangkan SL PTT kedelai sekitar 1000 ha. Sedang di Kecamatan Kediri, khususnya di subak Tungkup II dan Tungkup III diprogramkan sekitar 289 ha. Pak Muchlish didampingi oleh Penyuluh Pertanian Kediri, I Putu Eddy Suprapta SP (foto, bercelana pendek).

Tanaman padi sudah dan sedang dipanen, benih kedelai belum tersedia.Pak I Gusti Ngurah Sadia, yang didampingi oleh I Nyoman Duduk, keduanya tokoh petani di Desa Kaba-kaba Kediri, menuturkan, sebetulnya kedelai akan ditanam pada akhir Februari dan mereka menunggu hingga minggu ketiga Maret 2014. Jika benih kedelai belum tersedia, sebagian petani akan menanam semangka. Bahkan beberapa petani menggunakan benih kedelai asalan.Ukuran petani dalam menentukan kualitas benih kedelai adalah dengan cara menggenggam benih dan jika benih kedelai melekat di telapak tangan, indikasinya benih tersebut adalah baru dan daya tumbuhnya tinggi. Preferensi petani tehadap varietas kedelai adalah pada ukuran biji besar, walaupun sebagian besar petani belum mengenal varietas kedelai yang memiliki ukuran biji besar. Benih yang dijual di kios-kios berasal dari Banyuwangi. Yang menarik, petani seringkali juga melakukan penanaman kedelai, tetapi jika musim tanam padi telah datang, tanaman kedelai dibabat dan dibiarkan di sawah saat pengolahan tanah. Praktik itu, menurut petani, untuk meningkatkan kesuburan lahan.

Sayangnya niat petani menanam kedelai cukup tinggi tak seiring dengan dukungan ketersedian benih.

MMA/AW