Berita » Rumah Kedelai Grobogan, Dorong Gairah Berusahatani Kedelai

Grobogan, selain sebagai Ibukota Kabupaten Purwodadi, Provinsi Jawa Tengah, juga memiliki arti penting bagi perkedelaian Indonesia. Kabupaten Purwodadi, Provinsi Jawa Tengah ini telah menyumbangkan varietas kedelai Grobogan yang memiliki keunggulan prima. Selain ukuran bijinya lebih besar dibanding kedelai impor, varietas unggul kedelai Grobogan juga lebih genjah umurnya (76 hari). Potensi produksinya pun lebih dari 3 ton per hektar. Kedelai Varietas Grobogan pun kini semakin diminati petani kedelai kita.Dua tahun yang lalu, Pemkab Purwodadi menggagas berdirinya Rumah Kedelai Grobogan (RKG). Gagasan tersebut mulai direalisasikan dengan dilakukannya pembangunan sarana dan fasilitas pendukung; direncanakan pada bulan Juni 2015 RKG akan diresmikan. Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo bersama dengan pemulai kedelai Balitkabi (Muchlish Adie), 29–30 Desember 2014, melakukan kunjungan ke Grobogan.Kunjungan diterima oleh Sekretaris Dispertan Purwodadi dan dilanjutkan dengan diskusi dengan Kepala Bidang Tanaman Pangan (Akhmad Zulfi Kamal S.Si., SP), Ir. Imam, Wiedhi, dan Nanto. Disampaikan bahwa RKG memiliki lima program yaitu: (1) Seed centre, (2) Learning Centre, (3) Data centre, (4) Tempe hygienis, dan (5) Promotion Centre. Direncanakan pada bulan Juni 2015 akan dilakukan peresmian RKG. Diharapkan Balitbangtan melalui Balitkabi dapat memberikan dukungan terhadap RKG tersebut.Disampaikan oleh Kepala Balitkabi, bahwa Balitkabi akan memberikan dukungan, apalagi lahirnya varietas kedelai Grobogan, juga atas dukungan dan inisiasi peneliti dari Balitkabi.

Diskusi di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Purwodadi

Rencana lokasi Rumah Kedelai Grobogan(RKG) RKG telah melakukan uji coba produksi tempe, dengan kapasitas 50 kg per hari. Harga kedelai varietas Grobogan dari petani dibeli dengan harga Rp 9000/kg, harapannya agar minat menanam kedelai tetap tinggi dan petani juga mendapatkan keuntungan yang memadai dari usahatani kedelainya. Setiap 10 kg menghasilkan 35 bungkus kedelai dan harga jual setiap bungkus tempe adalah Rp 6000 rupiah. Berbagai masukan disampaikan, baik terhadap pengembangan RKG maupun saat melakukan kunjungan terhadap lokasi RKG.

MMA/AW