Berita ยป Dorong Kebangkitan Kedelai di Prov Jabar dari Indramayu

Menggapai swasembada kedelai pada tahun 2014 di negeri ini ternyata tidak semudah membalik tangan. Banyak hal yang perlu dikerjakan, baik di dalam lingkup tupoksi Kementan maupun di luar Kementan. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang padu di antara keduanya agar cita-cita tersebut di atas segera terwujud. Tersedianya benih kedelai yang memenuhi syarat ‘enam tepat’ adalah komponen penting untuk terwujudnya program swasembada kedelai. Peran Balitkabi sangat penting yakni sebagai penyedia benih sumber kedelai, BS maupun FS berbagai varietas, sesuai dengan permintaan pengguna.
Kabupaten Indramayu, tepatnya di Kecamatan Terisi, Desa Jati Munggul adalah salah satu contoh daerah pengembangan benih kedelai yang cukup berhasil. Wilayah ini merupakan kawasan LMDH Indramayu. Kelompok Tani di wilayah ini yang diketuai oleh Bpk. H. Rali, yang sekaligus beliau adalah Sekretaris KTNA Provinsi Jawa Barat, saat ini telah berhasil memproduksi benih kedelai SS varietas Anjasmoro, Grobogan, Kaba, Burangrang, dan Wilis tak kurang dari 45 ton, menggunakan benih sumber dari Balitkabi. Penangkaran benih kedelai dilakukan di antara pohon kayu putih. Menurut Pak H. Rali, benih yang dihasilkan di wilayah ini sudah terdistribusi untuk penangkaran berikutnya, antara lain ke Kabupaten Subang sebanyak 4 ton yakni varietas Anjasmoro. Hingga kini masih tersedia benih kelas kelas SS untuk varietas Wilis sebanyak16 ton, Kaba (3 ton), Burangrang (2 ton), dan varietas Grobogan dan Anjasmoro sekitar 20 ton menunggu pemesanan berikutnya. Hasil diskusi di lapangan (lokasi penangkaran benih) antara Kepala Balitkabi Malang (Dr. Didik Harnowo) bersama Kepala BPTP Jawa Barat (Dr. Nandang Suhendar), Penjab UPBS BPTP Jawa Barat (Ir. IGP Alit Diratmaja MP), Ketua Kelompok Penangkar (H. Rali) dan beberapa penangkar adalah menyepakati gagasan Kabupaten Indramayu, tepatnya di Kecamatan Terisi sebagai “Sentra Produksi Benih Kedelai di Jawa Barat”.Dr Didik H/AW