Berita » Pendampingan Kemandirian Benih Kedelai di Jateng

Pendampingan kegiatan mandiri benih dan Upsus oleh team Balitkabi (Dr. Solikhin dan Sri Wahyuni Indiati) ke Provinsi Jawa Tengah dilakukan pada 27 sampai 29 Juli 2015. Diskusi kegiatan mandiri benih dilakukan dengan peneliti BPTP (Dr. Bambang Prayudi) di lapangan.

Berdasarkan diskusi, benih kedelai yang ditanam di daerah Jateng berasal dari Gunung Kidul dan Grobogan.Benih dari Balitkabi sebanyak 10 varietas telah ditanam antara tanggal 14−15 Juli 2015, di Desa Gombang, Kec. Cawas, Kab. Klaten, masing-masing seluas 700 m2.

Desa Gombang, Kec. Cawas merupakan daerah pusat pertanaman kedelai di Kab. Klaten. Pemasaran kedelai tidak ada masalah karena banyak pengrajin tahu dan tempe di daerah Jateng. Kondisi tanaman saat ini cukup baik, kecuali Gema hanya tumbuh sekitar 70%, karena saat benih ditanam tanah masih sangat basah, sehingga banyak benih yang busuk.

Berhubung kondisi air pengairan yang semakin berkurang, dikhawatirkan tanaman akan mengalami kekeringan bila dalam waktu dekat tidak turun hujan. Selain menanam 10 varietas dari Balitkabi, di lokasi yang sama juga ditanam kedelai LL untuk kelas benih SS seluas 2 ha dan SL seluas 8 ha.

Semuanya menggunakan varietas Grobogan yang ditanam secara bertahap mulai 9 Juli 2015. Dari total luasan 10 ha tersebut 4,5 ha masih belum ditanam karena menunggu panen padi II. Hasil benih SS dari kedelai LL akan disertifikasi menjadi ES oleh PT Lancar Rejeki Klaten.

Penangkar formal belum ada, namun produsen benih ada yang nantinya akan dilatih menjadi calon penangkar. Dalam rangka penguatan calon penangkar akan dilatih sebanyak 14 orang yang biasa menanam kedelai berasal dari kelompok tani Sumber Rejeki (7 orang) dan 7 orang sisanya dari kelompok tani Panutan. Pelatihan meliputi cara budidaya dan produksi benih kedelai.

Peninjauan lapangan di lokasi demplot Mandiri benih di Desa Gombang, Cawas, Klaten. Peninjauan UPSUS kedelai di Jateng dilakukan di Kab. Pati bersama-sama tim BPTP dan Diperta Pati (Ir. Tri Soelistyaningsih, MM., Kasi Tanaman Pangan).

Pengembangan kedelai GP-PTT kawasan seluas 1500 ha di Kecamatan Kayen, Tambakromo, Gabus, dan Margorejo telah ditanam semua. Varietas yang disukai/digunakan adalah Grobogan, rata-rata tanaman telah berbunga dan berpolong dengan kondisi baik.

Pengembangan kedelai GP-PTT non kawasan seluas 500 ha di Kec Sukolilo, Puncakwangi, Jakenan, Pati, Dukuseti, dan Winong, seluas 460 ha sudah tanam. PAT 300 ha di 6 kecamatan sudah tanam semuanya. Sebagian besar pertanaman aman dari kekeringan, hanya pertanaman di Kec Puncakwangi seluas 75 ha mengalami kekurangan air cukup parah.

31-7-15(2)a

Pertanaman kedelai Grobogan, Gema dan Panderman demplot Mandiri benih di Desa Gombang, Cawas, Klaten.

Pertanaman kedelai Grobogan, Gema dan Panderman demplot Mandiri benih di Desa Gombang, Cawas, Klaten.

SWI/Shol