Berita » Mendorong Sukses Learning Organization di Tanjakan Kurva ke-2

a-forum_2

Jum’at, 8 Februari 2013, Forum Koordinasi Peneliti, Perekayasa, dan Penyuluh lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbangtan) regional I, diselenggarakan di Makasar secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Litbangtan Dr. Haryono, M.Sc. Pembukaan forum tersebut sekaligus membuka forum koordinasi secara nasional. Pertemuan serupa akan dilaksanakan juga di Malang, Bandung, dan Medan. Pertemuan ini merupakan kali pertama dilaksanakan oleh Badan Litbang sejak berdiri. Forum ini digagas dengan tujuan untuk lebih memperkokoh UK/UPT lingkup Badan Litbangtan, mengkomunikasikan inovasi teknologi kepada UK/UPT di daerah agar bisa dipahami dan didiseminasikan ke pengguna. Kegiatan koordinasi di Makasar diikuti oleh 426 orang dari 48 UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertaniandari wilayah timur (Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Bali, NTT, dan Papua), sebagaimana dilaporkan oleh Dr. M. Syakir MS, Kapuslitbangbun yang bertindak sebagai Ketua Panitia. Selain dihadiri olehKetua LIPI, seluruhKapus, dan Kepala Balai lingkup Badan Litbang hadir.

Badan Litbang Pertanian didirikan pada 8 Agustus 1974. Tahun 2013, Badan Litbangtan berusia 40 tahun, memasuki kurva ke-2 dalam siklus kehidupannya. Selama menjalani kurva ke-1 (1974-2005), output yang dihasilkan telah memberikan dampak yang nyata dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Fungsi dan peran peneliti di Kementan sangat kuat, melebihi Kementerian lainnya, dalam memberikan masukan kebijakan. Kesuksesan Badan Litbangtan tersebut tidak lepas dari peran para pendahulu yang telah memperjuangkan Badan Litbang sehingga menjadi institusi yang diperhitungkan dan dihormati.

Dalam menjalani kurva ke-2, Badan Litbangtan harus lebih kokoh dan inovatif. Badan litbang Pertanian didukung oleh 60 UK/UPT, 120 kebun percobaan, 165 laboratorium, dan 48 unit pengelola benih sumber yang tersebar di seluruh Indonesia. Informasi yang dihasilkan dari UK/UPT tersebut akan terhubung satu dengan yang lainnya dalam sebuah sistem yang disebut Cloud Networking System. Sebagai sebuah lembaga penelitian berkelas dunia, maka penelitian harus mempunyai dimensi akademik yang tinggi, dimensi inovasi, dan penuh terobosan. Ada satu dimensi penelitian Badan Litbangtan yang barangkali tidak dimiliki oleh lembaga lain di dunia adalah dimensi kerohanian. Dimensi ini memberikan kawalan bahwa setiap penelitian harus bermuara pada inovasi yang bisa diterapkan di lapang.

Di akhir sambutannya, Ka Badan menyebut Badan Litbangtan sebagai sebuah Learning Organization, yaitu sebuah organisasi di mana peran para pendahulunya sangat besar dalam meletakkan landasan kesuksesan sebuah organisasi. Kurva ke-2 telah meraih sukses besar, maka dalam kurva ke-2 juga harus mencapai sukses setidaknya sama dengan pada kurva ke-1. Dr Haryono juga mengharapkan melalui program Litkajibangdikrapluh dapat disusun Decentralized Plan yang spesifik untuk daerah.

Pada acara ini juga disampaikan materi Kebijakan Pengembangan Karier dan Profesionalisme Peneliti (Standar Kompetensi Peneliti) oleh Ketua LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim dan Sosialisasi Manajemen Korporasi oleh Ka BPATP, Status Pengembangan Lab., UPBS, KP dan Pustaka Digital oleh Kabag Umum Set. Badan Litbang Pertanian Dr. Marhendro M.Sc., Metode Penelitian Lapang dalam Pengembangan Pertanian oleh Prof. Dr. Kedi S., Kesiapan SDM dalam Manajemen Korporasi Memasuki Kurva ke-2 Badan Litbang Pertanian oleh Prof. Dr. Djoko Said D. Selanjutknya dipaparkan hasil-hasil penelitian unggulan di bidang Perkebunan dan Tanaman Pangan antara lain padi, jagung dan sorgum, mekanisasi, pascapanen, teknologi spesisfik lokasi dan model pembangunan pertanian.

Selain Kepala Balai, sembilan peneliti Balitkabi juga hadir, yaitu Prof. Dr. Subandi, Ir. M. Anwari, Dr. Suharsono, Dr. A.A. Rahmianna, Ir. Joko Purnomo MS., Dr. Yusmani P. MS., Ir. A. Taufiq, Ir. Rully K. MS. Dan Ir. Tinuk SW. MS.


Kepada Badan Litbang Pertanian dalam forum koordinasi peneliti, perekayasa dan penyuluh lingkup Badan Litbang Pertanian


Kunjungan Kelompok I ke KP Bajeng.



Kunjungan ke tempat pembibitan sapi di KP Goa, yang akan dijadikan pusat pembibitan sapi untuk Indonesia Bagian Timur.
ATaufiq/Shrsn/AW