Berita » Mengasah Semangat Sobat Tani dalam Produksi Benih Kedelai dan Kacang Hijau

Pada masa pandemi, sektor pertanian terbukti merupakan sektor yang tetap bertahan dengan penyerapan tenaga kerja yang lebih tinggi. Sektor pertanian berhubungan dengan ketahanan pangan, untuk itu pengembangan harus terus dilakukan dengan kunci utamanya adalah penyediaan benih yang berkualitas.

Menyiapkan benih-benih unggul yang dibutuhkan untuk membangun pertanian yang tangguh adalah adalah tugas dari para produsen benih. Kedelai utamanya merupakan tantangan besar, potensi hasil mencapai 3,5-4 t/ha, namun kenyataannya di lapangan rata-rata masih berkisar antara 1,5-1,7 t/ha, sehingga perlu dicari solusi untuk menekan disparitas tersebut.

Begitulah isi sambutan dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., dalam opening speaker webinar ProPakTani episode 301 yang bertemakan “Sukses Menjadi Produsen Benih Padi, Jagung, Kedelai, dan Kacang Hijau”. Webinar diselenggarakan pada hari Selasa, 25 Januari 2022, diikuti oleh 318 peserta yang terdiri dari kelompok tani, dinas pertanian, produsen benih, dan praktisi pertanian lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A, M.B.A sebagai keynote speaker

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A, M.B.A sebagai keynote speaker

Webinar menghadirkan keynote speaker Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A, M.B.A, narasumber Plt. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Dr.Ir. M.Takdir Mulyadi, M.M, dari UPBS BB Padi Sukamandi, Ir. Sri Wahyuni MSc, dari UPBS Balitkabi, Herdina Pratiwi, S.P. M.P, produsen benih padi (Ainur Rofiq dari PT. Jafran), produsen benih jagung (Nasihin dari Kelompok Tani Gangsa 1), produsen benih kedelai dan kacang hijau (Khamdan Wibowo dari CV. PB Utama, Purworejo Grobogan).

Sandiaga Uno mengawali materi webinar dengan untaian-untaian kalimat penyemangat. Peluang perbenihan merupakan suatu potensi pasar, sehingga perlu optimisme dan fokus. “Kembangkan perbenihan seluas-luasnya dan jangan sungkan mencari pendahulu-pendahulu yang terbukti sukses untuk bisa melakukan pendampingan dan edukasi. Kerja keras, komitmen, setelah itu bekerja dengan ikhlas dan dapat bermanfaat untuk sobat tani“, tuturnya.

Sementara M. Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian menargetkan produksi kedelai sebesar 0,55 juta ton, dan kacang hijau sebesar 0,21 juta ton pada tahun 2022. Untuk mensukseskan tercapainya target tersebut tidak terlepas dari perbenihan. Hal ini adalah merupakan kerja “bareng” seluruh pelaku, baik dari Balit komoditas sebagai penyedia VUB maupun produsen benih.

Untuk menyediakan benih yang dibutuhkan diperlukan strategi pengembangan, antara lain perluasan areal tanam, peningkatan indeks pertanaman, peningkatan produktivitas, pengamanan produksi dari OPT dan DPI, peningkatan luas tanam di lahan perkebunan, perhutani, lahan tidak dimanfaatkan, tumpangsari, tumpang sisip, penggunaan benih bermutu dan bersertifikat, pergantian varietas dengan VUB provitas tinggi, peningkatan pemanfaatan alat pasca panen, pengembangan food estate, korporasi petani. Tahun ini adalah korporasi perbenihan tanaman pangan, perlu kerja sama antara penangkar, pemulia, maupun produsen-produsen benihnya.

Narasumber dari Balitkabi, Herdina Pratiwi, sedang memaparkan materi tentang Teknik Budidaya Benih Kedelai dan Kacang Hijau

Narasumber dari Balitkabi, Herdina Pratiwi, sedang memaparkan materi tentang Teknik Budidaya Benih Kedelai dan Kacang Hijau

Narasumber dari Balitkabi memaparkan teknik budidaya benih kedelai dan kacang hijau. Tentunya meskipun secara garis besar teknik budidaya untuk produksi benih tidak berbeda dengan teknik budidaya untuk tujuan benih konsumsi, namun untuk tujuan benih terdapat proses pemeliharaan mutu genetik yang harus dikawal dari awal penyiapan benih hingga proses penyimpanan. Selain itu, pasca panen yang tepat dan benar akan berpengaruh terhadap mutu fisik dan fisiologis benih.

Dalam kesempatan itu pula Herdina Pratiwi mengenalkan berbagai varietas unggul baru kedelai seperti Dega 1, Detap 1, Devon 1, Derap 1, Denasa 1, Denasa 2, dan kacang hijau Vima 2, Vima 3, Vima 4, Vima 5, Vimil 1, Vimil 2 yang telah dilepas oleh Balitkabi dengan potensi hasil tinggi dan adaptif terhadap cekaman biotik dan abiotik tertentu. Menurut Herdina, pengembangan varietas-varietas unggul baru tersebut dipengaruhi oleh penyediaan benih sumbernya dan merupakan tugas Balitkabi untuk memproduksi benih sumbernya.

Para produsen benih yang menjadi narasumber saling membagikan pengalamannya sekaligus menginspirasi para praktisi pertanian. Khamdan Wibowo dari CV. PB Utama yang merupakan produsen benih milenial kedelai dan kacang hijau mengemukakan bahwa selama ini petani kurang berminat menanam kedelai dan kacang hijau, karena harga yang kurang bersahabat, namun hal tersebut mulai berubah sejak adanya pandemi yang menyebabkan harga kedelai lokal melonjak tajam pada akhir 2020 hingga 2021 disebabkan lonjakan harga kedelai impor hingga bisa di atas Rp 9.000/kg yang sebelumnya tidak pernah menembus angka Rp 8.000/kg.

Para narasumber yang memberikan materi pada webinar

Para narasumber yang memberikan materi pada webinar

Begitu juga dengan kacang hijau yang mengalami pelonjakan harga akibat permintaan ekspor yang semakin meningkat hingga berkisar antara Rp 14.000-18.000/kg. Kedelai lokal bisa dijual dengan harga tinggi karena bisa memperbaiki rasa hasil olahan seperti tempe dan tahu. Selain itu, dalam produksi benih kedelai tidak ada yang rugi, karena semua hasil sampingnya bisa dipasarkan. “Jangan takut, harus tetap optimis karena perbenihan kedelai dan kacang hijau tetap menjanjikan”, pungkas Khamdan.

Antusiasme peserta terhadap materi perbenihan kedelai dan kacang hijau cukup tinggi dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dari Balitkabi dan CV. PB Utama terutama informasi tentang varietas-varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi dan proses penanganan pasca panen yang baik dan benar. Semoga perbenihan kedelai dan kacang hijau di Indonesia semakin maju.

HP