Berita ยป Menggerakkan Kedelai Nasional dari Aceh Timur

1-acm-1

Tantangan terberat swasembada kedelai 2014, adalah ketersediaan lahan dan jaminan harga jual kedelai. Jajaran Kementerian Pertanian terus berupaya keras untuk meraih swasembada kedelai 2014, termasuk Badan Litbang Pertanian. Salah satu percepatan dan peningkatan produksi kedelai digagas oleh Badan Litbang Pertanian melalui Gerakan Tanam Kedelai Nasional.

Launching Gerakan Tanam Kedelai Nasional dilakukan di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, 15 Desember 2012. Hadir pada launching tersebut Menteri Pertanian, Gubernur NAD, Kepala Dinas Pertanian dari tujuh provinsi sentra utama kedelai yakni NAD, Sumut, Jateng, DIY, Jatim, NTB, dan Sulsel. Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono M.Sc melaporkan bahwa dipilihnya Provinsi NAD, khususnya Kabupaten Aceh Timur sebagai awal dimulainya Gerakan Tanam Kedelai Nasional karena potensi kedelai di Provinsi Aceh sangat besar dan perlu digerakkan kembali. Badan Litbang Pertanian memposisikan sektor perbenihan kedelai sangat penting, dan diperkuatnya dengan penguatan UPBS pada seluruh BPTP. Pada launching ini, Badan Litbang Pertanian, menyerahkan bantuan benih kelas FS (benih dasar) sebanyak sebanyak 5,5 ton, di samping itu, Badan Litbang Pertanian juga telah menyerahkan bantuan 1 ton benih FS kedelai kepada Provinsi Jabar dan tambahan 1 ton FS kepada Provinsi NTB. Benih tersebut diharapkan menjadi pemacu dan pemicu peningkatan produksi kedelai nasional.

Bupati Aceh Timur juga menyampaikan bahwa jika harga kedelai cukup kondusif, Rp 7000/kg, maka lahan kering di Aceh Timur akan digunakan untuk budidaya kedelai, bahkan berpeluang dikembangkan pada 24 kecamatan yang ada di Aceh Timur, sama dengan mobil Menteri Pertanian RI 24. Bupati Aceh Timur berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri Pertanian untuk melaunching Gerakan Tanam Kedelai Nasional di Aceh Timur. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Gubernur NAD, jika daerah lain sempat mengalami kesulitan bahan baku kedelai, di NAD, kedelai cukup tersedia, karena memang luas tanam kedelai di NAD cukup luas dan potensial.

Menteri Pertanian berkenan melaunching secara resmi Gerakan Tanam Kedelai Nasional.

Diawali dari Kabupaten Aceh Timur, Mentan mengharapkan Gerakan Tanam diikuti oleh provinsi lain. Bantuan benih dari Badan Litbang Pertanian, juga diserahkan oleh Mentan kepada Kepala Diperta 7 provinsi. Bapak Suswono, tetap yakin bahwa swasembada kedelai bukan angan-angan, asalkan lahan tersedia dan harga manarik bagi petani. Dicontohkan Brasilia dengan penduduk tidak sebanyak Indonesia memiliki lahan pertanian hingga 30 juta ha, lahan kedelai di Indonesia sekitar 700 ribu ha. Kita semua diingatkan oleh Mentan, bahwa petani tidak pernah meminta-minta pekerjaan, bahkan secara tegas Bapak Suswono mengingatkan bahwa pada tahun 2013, jangan terulang lagi, petani sulit mendapat benih dan pupuk. Penyuluh dan peneliti diminta sungguh-sungguh mendampingi dan membimbing petani, semuanya harus bertanggung jawab dengan tugasnya masing-masing. Penyuluh juga harus rajin mendatangi petani, jangan malas-malas, ajakan Mentan, yang disambut tepuk tangan meriah oleh petani. Laporkan lewat SMS kepada saya jika terjadi kelangkaan benih dan pupuk, tetapi kalau sedang bekerja di sawah jangan SMS, nanti pekerjaaannya tidak optimal, petani pun tertawa.

Penyuluh dan petani antusias dan merasa bangga mengikuti launching kedelai. Bahkan penyuluh dan petani menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian dan tetap memohon untuk memperhatikan penyuluh dan petani. Badan Litbang Pertanian, masih diharapkan oleh Menteri Pertanian untuk memikirkan perbenihan kedelai, benih sumber menjadi tanggung jawab Litbang. Ajakan Mentan, dengan momentum launching Gerakan Tanam Kedelai, benar-benar menjadi daya dorong peningkatan produksi kedelai nasional. Semoga dengan bacaan Sholawat Badar, produksi kedelai nasional bisa meningkat. Amin

Gerakan tanam kedelai nasional di Kabupaten Aceh Timur (15/12/2012).