Berita » Mengoptimalkan Kabi Pada HPS XXXII Kalteng

Keragaan tanaman kabi di HPS Kalteng

TKeragaan tanaman kabi di HPS Kaltengampilnya komoditas kabi dalam perhelatan akbar hari pangan sedunia (HPS) XXXII di Kalimantan Tengah bukanlah hal baru, paling tidak sejak HPS 2010 di NTB dan HPS 2011 di Gorontalo, beragam komoditas aneka kacang dan umbi ikut mewarnai gelar teknologi di lapang. HPS XXXII akan dilaksanakan dari 18–21 Oktober 2012 di Temanggung Tilung Palangkaraya. HPS diperingati setiap tanggal 16 Oktober atau bertepatan dengan ulang tahun Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Temanya HPS XXXII adalah “Agroindustri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan”, sedangkan tema internasional tahun ini adalah “Agriculture Cooperative – Key to Feeding the World”. Kedelai dan ubijalar digelar pada HPS XXXII.  Persiapan dan survei lapang dilakukan langsung oleh Abdullah Taufiq, MS beserta Ir. Arif Musaddad, Kasi Jasa Penelitian Balitkabi. Beragam varietas kedelai dan ubijalar, selain ditanam di lapang juga ditanam dalam polibag. Keragaan tanaman optimal, walaupun pada saat HPS nanti, tanaman belum siap dipanen. Suyitno, teknisi Balitkabi yang menetap di Temanggung Tilung yang diberi tugas khusus untuk mengawal tanaman kabi melaporkan bahwa Wakil Menteri Pertanian (Dr. Rusman Heriawan) disertai pejabat yang lain berkenan meninjau Gelar Teknologi di areal HPS pada 5 Oktober 2012. Keragaan tanaman kedelai mendapatkan apresiasi, bahkan Pak Wamentan langsung menghitung jumlah polong varietas Grobogan yang ditanam di polibag yang ternyata mampu berpolong hingga 60 polong/tanaman, dan hasil bijinya diperkirakan bisa mencapai 2,5 t/ha. Yang lain hendaknya mencontoh keragaan tanaman kedelai, harapan Pak Wamentan. Arahan Pak Wamentan lebih lanjut adalah agar pada saat HPS nanti para petani dan penyuluh diberikan panduan praktis budidaya kedelai serta Badan Litbang membawa contoh benih dari beragam varietas kedelai sehingga pengunjung HPS tidak hanya mengenal keragaan tanaman di lapang, tetapi juga melihat langsung bentuk bijinya. Selain kedelai, beragam varietas ubijalar menunjukkan keragaan cukup bagus.  Ubijalar akan menjadi penyangga pangan masa depan dan bahan baku industri, sehingga perlu diperkenalkan kepada pengunjung HPS.  Pemerintah yang terus mempercepat langkah untuk menggenjot produksi kedelai relevan dengan gelar kedelai di HPS. Sejak awal Kepala BPTP Kalteng juga menyampaikan kesiapan Gubernur Kalteng (Agustin Teras Narang) untuk mengembangkan kedelai, karenanya kepala BPTP Kalteng mengharapkan gelar kedelai harus optimal. Foto-foto koleksi BPTP Kalteng menggambarkan pertumbuhan kedelai dan ubijalar di lapang.  Acara puncak HPS masih beberapa hari lagi. Pak Suyitno melaporkan kepada Kepala Balitkabi tentang kesiapannya mengamankan keragaan tanaman tetap optimal. Sukses kedelai Indonesia.