Berita » Mentan Panen Jagung di Probolinggo: Hormati Kinerja Petani Indonesia

jagung1

Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi mengikuti kunjungan kerja Mentan Dr. Andi Amran Sulaiman, MP ke Provinsi Jatim (15-16/01/2018). Tepatnya di Dusun Randumerak Kec Paiton Probolinggo, Mentan melaksanakan panen jagung pada hamparan 600 ha jagung didampingi Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari SE. Panen ini dapat diibaratkan sebagai panen keberhasilan prestasi membangun ketahanan pangan tiada henti sekaligus menghadang import pangan. Kementan yang satu ini tidak pernah kehabisan cerita dan cara untuk merangkul petani dan keluarga tani disertai humor serta sentilan jenaka kepada generasi muda tani untuk rajin bekerja.

jagung2

Kunjungan kali kedua Mentan ke Desa Randumerak Kec Paiton Probolinggo ulangi kesuksesan kunjungan pertama empat tahun lalu saat panen bawang merah. Pak Amran ingatkan janjinya saat itu:”akan ada serangan balik ekspor bawang merah dua-tiga tahun ke depan”, terbukti Indonesia sudah ekspor bawang merah ke enam negara, selain telah ekspor jagung sebesar 372 ribu ton.

Mentan mengingatkan agar data pangan jangan dipolitisir. Membangun pangan itu sederhana ungkapnya, banyak yang masih membuat sulit. Upaya hadang mafia pangan sudah maksimal dan pesan tegas Mentan “Jangan Sakiti Sektor Pangan dan Petani”. Lebih lanjut disampaikan pesan Presiden Joko Widodo sangat tegas dan lugas sekali “Jangan biarkan petani jalan sendiri. Lindungi mereka dan Penerintah selalu hadir”.

Luar biasa Mentan pemilik paten produk racun hama utama padi dan komoditas pangan utama ini untuk selesaikan persoalan petani. Terbitnya Perpres di tahun 2015 tentang harga jagung itu satu bukti. Menurut Pak Amran petani itu sederhana, asal untung pasti mereka tanam jagung.

Di sisi lain peran penting pucuk pimpinan Kabupaten Probolinggo, Hj. Puput Tantriana Sari SE sebagai bupati Probolinggo selama dua periode merupakan sosok kuat milenial pertanian. Tujuan mulia menjadikan petani Probolinggo profesional, mampu mencapai target produktivitas sesuai standar yang ditetapkan dengan cara intensifkan komunikasi dengan seluruh jajaran Kementan di daerah untuk menjadikan Kab. Probolinggo Penyokong Pangan Nasional dan Kesejahteraan Rakyat. Ibu Bupati ini pandai menyimpan permintaan menjadi kalimat-kalimat dihentak untuk petaninya sendiri agar seluruh bantuan digunakan sebagaimana mestinya dan jangan dijual. Bibit harus ditanam sendiri dan bila terjadi akan dijewer langsung. Kelompok tani diminta memanfaatkan agar seluruh kebijakan bisa berlanjut. “Mentan datang untuk hormati petani dan sampaikan titipan tugas Presiden, kata Ibu Hj. Puput.

Mentan tetap mengangendakan acara “APA KATA HATI PETANI “ perwakilan petani dan wanita serta anak-anak petani diminta naik ke panggung untuk mendengar langsung keinginan hati petani. Luar biasa dukungan Kementan dan perbankan di acara ini sehingga tumbuhkan senyum dan harapan keluarga petani.

  • image
  • image
  • image
  • image
  • image

YB