Berita » Mentan Sinergikan Petani, Pengusaha, Peternak dan Bulog Atasi Banjir Jagung di Tuban

dsc_9730

Balitkabi bersama tiga UK-UPT Balitbangtan lingkup Jawa Timur yaitu BPTP Jatim, Balitjestro dan Balittas mengikuti kunjungan kerja Menteri Pertanian RI di Desa Talun Kec. Montong Kabupaten Tuban (15/02/2019). Kunjungan kerja Mentan tersebut dihadiri sekitar 10.000 orang peserta. Hadir dalam kunjungan kerja tersebut Bupati Tuban Fathul Huda, Asisten Deputi Sekretariat Kabinet Ida Dwi Nilasari, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Ilyas Payong, Wakil Asisten Teritorial KASAD, Ketua KPPU, Bulog Divre Jatim, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Asosiasi/Peternak Telur dan Daging Ayam, dan Gapoktan/poktan se-Kabupaten Tuban, serta UK-UPT Balitbangtan di Jatim, IWAPI, Persit Candra Kirana, Kelompok Wanita Tani, dan santri/santriwati.

Pada kesempatan tersebut, Mentan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P melakukan panen jagung secara simbolis dan menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara petani jagung dengan BULOG sebesar 100 ton, dengan Koperasi dan pengusaha pakan ternak sebesar 2.000 ton dibayar secara cash. Provinsi Jawa Timur merupakan sentra penghasil jagung terbesar di Indonesia. Produksi jagung di Jatim periode Januari-Maret 2019 sebesar 1.694.355 ton atau 20% produksi jagung di Indonesia. Luas panen jagung di Kabupaten Tuban pada periode Januari-Maret 2019 sebesar 69.285 Ha dengan potensi produksi sebesar 237.357 atau mensuplai 14% produksi jagung di Provinsi Jawa Timur.

tuban1

Bupati Tuban, Fathul Huda dalam sambutannya menegaskan program dan bantuan yang digelontorkan Kementan di Tuban telah memberikan dampak besar terhadap kemajuan budi jdaya jagung di Tuban, sebagai bukti yakni keberhasilan Kabupaten Tuban sebagai daerah penghasil jagung nomor satu di Provinsi Jawa Timur. “Ini adalah keberhasilan luar biasa, berkat perhatian pemerintah ke Tuban, selama empat tahun berturut-turut Tuban menjadi penghasil jagung nomor satu. Mari kita syukuri dan pertahankan prestasi ini,kata Fathul mengakhiri sambutannya.

tuban3

Mentan mengatakan dalam arahannya, karena saat ini di Tuban sedang banjir jagung dan untuk mengantisipasi merosotnya harga saat panen, Bulog dihimbau agar menyerap hasil panen petani. Pada kesempatan ini kami ingin sinergikan peternak dengan petani jagung, Bulog berada di tengah, Pemerintah hadir, sehingga semua untung, petani untung, peternak tersenyum, dan pengusahanya pun ikut untung,” ujar Amran.

Lebih lanjut Amran menuturkan jika pada tahun 2018, Indonesia mampu mengekspor jagung sebanyak 380 ribu ton. Di tahun ini ekspor ditargetkan lebih tinggi lagi yakni 500 ribu ton yang diproduksi dari daerah sentra seperti Jawa Timur, Gorontalo, NTB dan Sulsel. 

Dalam kunjungan kerja ini, Mentan juga menyerahkan bantuan berupa 20 unit dryer kapasitas 10 ton/8 jam, 5 unit combine harvester, 5 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 5 unit cultivator, 31 unit pompa air dan benih jagung hibrida untuk 30.000 ha. Tak cukup itu saja, Mentan juga membagikan tabungan BRI dan BNI sebesar @ Rp. 500.000 kepada beberapa peserta yang diminta naik ke panggung. Dengan harapan semoga semua kinerja dan bantuan bermuara pada kesejahteraan petani.

SMD