Berita ยป Mentan Suswono Panen Kedelai dengan PHUN di Mojokerto

Menteri Pertanian Dr Suswono, bersama Dr Haryono (Kepala Badan Litbang Pertanian), Prof. Dr. Herry Suhardiyanto (Wakil Ketua Komite Inovasi Nasional, yang juga Rektor IPB), Wakil Ketua LIPI, Bupati Mojokerto, Pejabat Bulog, dan Staf Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto melakukan panen raya kedelai di Desa Sidomulyo, Kec Bangsal, Kab Mojokerto, Sabtu (2/11). Kedelai yang dipupuk dengan pupuk hayati unggulan nasional (PHUN) mampu memberi hasil 2,3โ€”2,5 ton/ha, sementara hasil kedelai dengan pemupukan teknologi petani mencapai 1,6โ€”1,8 ton/ha. PHUN dicoba untuk areal 10 ha di antara 100 ha hamparan kedelai milik petani. Pupuk hayati yang digunakan di Mojokerto merupakan bagian dari jenis Pupuk hayati generasi pertama konsorsium antara Badan Litbang Pertanian, yaitu Agrimeth (produk Badan Litbang), Probio (IPB), dan kedelai Plus + Biovam (LIPI). Pelaksanaan demplot dan panen raya, dikoordinir oleh BPTP JawaTimur dan Balitkabi. Di samping dihadiri para pejabat, juga dihadiri oleh sekitar 700 peserta, terdiri atas petani, peneliti, penyuluh, BUMN, perusahaan Swasta, dan pemangku kepentingan yang lain.
Menteri Pertanian (kiri), panen raya kedelai varietas Anjasmoro dengan Pupuk hayati. Hamparan kedelai dengan pemberian pupuk hayati Argimeth, produk Badan Litbang, di Mojokerto. Sejak tahun 2011, Badan Litbang pertanian telah melakukan konsorsium nasional pengembangan PHUN bekerjasama dengan Komite Inovasi Nasional (KIN), LIPI, IPB dan BPPT. Pada rentang tahun 2011โ€”2012 terpilih beberapa jenis pupuk hayati. PHUN inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk dua target utama, yaitu meningkatkan produktiviktas dan menjaga kesuburan tanah. PHUN selain meningkatkan produksi per satuan luas juga meningkatkan kesuburan tanah, karena kandungan bakteri pada PHUN. PHUN kini dikembangkan untuk berbagai komoditas dan lahan masing-masing seluas 10 ha dan dilaksanakan oleh BPTP. Dem area untuk kedelai memanfaatkan dua jenis pupuk hayati untuk lahan masam dan lahan subur. Untuk lahan masam, pupuk hayati yang dikembangkan adalah Iletrisoy dan Agrimeth produk Badan Litbang pertanian, Biopeat produk BPPT, dan kedelai Plus + Biovam produk LIPI. Uji keefektifannya dilakukan di Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanah laut Kalimantan Selatan. Sedangkan untuk lahan subur, dikembangkan Agrimeth, kedelai Plus + Biovam, dan Probio di lokasi Grobogan Jawa Tengah, dan Mojokerto Jawa Timur.
Beberapa jenis Pupuk hayati konsursium Badan Litbang pertanian, KIN, IPB, LIPI, dan BPPT yang dikembangkan untuk peningkatan efisiensi penggunaan Pupuk dan produktivitas tanaman kedelai. Arief Harsono