Berita » Mentan SYL: Bertani itu Hebat

gita5 gita6
Peresmian IP2TP Muneng dan penandatanganan prasasti peresmian

Puncak GITA (Gelar Inovasi Teknologi Akabi) yang dilaksanakan 26 Juni 2021 sekaligus dirangkai dengan peresmian IP2TP Muneng oleh Menteri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.Si., M.H. Hadir pada peresmian IP2TP Muneng, Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si), Bupati Probolinggo (Hj. P. Tantriana Sari, SE), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si), Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Laksma TNI Edwin, S.H., M.H.), jajaran pejabat Pemkab Probolinggo serta TNI dan Polri.

Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa GITA 2021 merupakan rangkaian Hari Tempe Nasional dan Hari Krida Pertanian. IP2TP Muneng dibangun pada tahun 1938, dan banyak hasil riset yang telah dihasilkan dari IP2TP ini. Balitbangtan siap mengembangkan VUB di berbagai provinsi, sesuai arahan Mentan SYL. Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari, SE., menyampaikan bahwa keberadaan IP2TP Muneng akan memperkaya sharing knowledge, khususnya kepada para petani dan penyuluh.

Mentan SYL dalam arahannya menyampaikan bahwa Allah mengingatkan kita, bahwa sebenarnya kita sudah diberikan matahari yang tidak pernah putus bersinar, angin yang tidak pernah berhenti, hujan dan air dimana saja, tanah yang bagus. Tinggal apakah kita mau berkeringat, bersungguh-sungguh apa tidak, benar apa tidak, bersatu atau tidak, malas apa tidak. Kenapa negara lain bisa lebih bagus dari kita, padahal makan paginya sama, sekolah juga sama, alam juga tidak lebih bagus, riset sains dan teknologi sudah kita kuasai. Tapi kita menjadi negara yang sedang-sedang saja, bahkan kurang. Mungkin kita karena kurang rajin, kurang mau berkeringat, banyak bicara, hanya menyusun konsepsi, teori lebih banyak, bertengkar lebih banyak dari pada melakukan sesuatu di lapangan.

Lebih lanjut Mentan SYL mengingatkan, pandemi Covid-19 belum berakhir dan unpredictable berakhirnya. “Pertanyannya, siapa yang bisa memberi makan rakyat, cash flow mana yang naik?. Hanya sektor pertanian yang mampu naik. Ekspor tahun lalu naik, disaat orang lain tidak bisa bikin apa-apa. Triwulan pertama ini naik lagi. Sekali lagi, yang mampu menjawab adalah pertanian”, demikian tegas Mentan SYL. “Pertanian itu menembus langit, karena siapa yang memberi makan orang, semua agama mengatakan itu menjadi bagian dari amal ibadah, menembus surga. Bertani itu hebat, kalau ingin desa dan kecamatan menjadi maju, maka majukan pertaniannya. Ayolah majukan umbi-umbian dan juga kedelai diperkuat di negara kita ini. Jika persoalannya ada di harga, kita cari jalan keluarnya. Kecuali mungkin kita yang tidak mau berkeringat”, ujar Mentan SYL.

Serangkaian dengan acara GITA 2021, dilakukan penandatangan kerjasama, diantaranya dengan Bupati Jombang dan Bupati Mojokerto. Juga Balitbangtan memberikan benih kedelai Detap 1 sebanyak 10 ton kepada 10 produsen benih yang diberikan secara simbolis kepada Suwarno dari Banyuwangi.

Mengakhiri arahannya, Mentan SYL memberikan motivasi dan harapan, “Biarlah covid menghantam, biarlah bumi berguncang, biarlah dimana-mana terjadi tsunami, namun ketahanan pangan Indonesia harus tetap terjaga dengan baik, Kita harus bertekad, kalau tidak, kita akan tergantung kepada orang lain”.

AK

gita gita2 gita1
Selayang pandang IP2TP Muneng, Probolinggo
gita3 gita4
Penyampaian bantuan benih kedelai secara simbolis (kiri) dan mitra Balitbangtan setelah melakukan penandatanganan MoU (kanan)