Berita » Mentan SYL: Riset Pembawa Perubahan dan Kemajuan

Bincang santai, Mentan SYL dengan peneliti Balitbangtan

Bincang santai, Mentan SYL dengan peneliti Balitbangtan

Ditengah-tengah kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.Si., M.H., ke UPT Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yaitu ke Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), dilakukan bincang-bincang dengan peneliti Balitbangtan yang hadir di Balitkabi, yang dilakukan dengan penuh keakraban dan keterbukaan berdiskusi.

Ketika ditanyakan tentang alasan kunjungan kerjanya ke Balitkabi, Mentan SYL tegas menjawabnya, “Inilah bukti bahwa Balitbangtan Kementerian Pertanian, serius melakukan upaya-upaya agar optimalisasi pertanian dapat dicapai”. Tidak ada yang bisa berkembang tanpa ada riset yang baik, ditegaskan oleh Mentan SYL. Pertanian adalah jawaban terhadap negara yang bisa berkembang dengan survive, aman, dan terus makin maju. Negara yang kuat dapat dilihat dari pertaniannya, kuat apa tidak, dan kita dalam posisi seperti itu. Memulai pertanian artinya menghadirkan riset yang baik, agar varietas yang dihasilkan memiliki keunggulan, memiliki ketahanan terhadap hama, dan sebagainya. Memulai pertanian juga bermakna disitu ada produktivitas yang harus lebih maju daripada yang lain, tidak boleh kalah dengan negara lain.
Mentan SYL juga memberikan tantangan untuk membuat program pengembangan kedelai yang mampu menghasilkan 500.000 ton benih. “Identifikasi daerah mana yang cocok, sebaiknya lakukan di satu pulau, atau konsentrasi di 3-5 tempat. Misalnya Jawa Timur sebagai sentranya, benihnya dari Balitkabi. Dirjentan sebagai lead-nya, Balitbangtan yang memback-up. Lakukan kerjasama dengan TNI untuk mewujudkannya. Kita harus malu dengan negara lain, kita serba ketergantungan, mulai dari kedelai, daging, bawang dan sebagainya”, urai Mentan SYL.

Lebih lanjut Mentan SYL menyampaikan, “Balitkabi menjadi salah satu pilar yang saya harap tentu akan bisa memberi penguatan kepada pertanian yang akan kita tuju. Saya mempunyai kesan yang kuat disini, apa yang kita lakukan di Malang ini, adalah sesuatu yang perlu kita teruskan dan perkuat. Hasilnya tentu saja tidak pernah memuaskan semua orang, tapi tidak boleh makin mundur. Yang ada itu, makin maju, makin modern, makin mandiri, untuk kepentingan bangsa dan negara. Peneliti disini banyak, strukturnya sudah bagus, tinggal selanjutnya harus ditemukan pengembangan-pengembangan yang lebih kuat lagi agar bisa kita implementasikan secara nyata dalam kehidupan yang maju”.

Sekali lagi, tidak ada yang bisa berkembang tanpa ada riset yang baik. Balai ini yang memiliki tupoksi komoditas aneka kacang dan umbi, sangat dibutuhkan besok dan kedepan. Kita sudah memiliki program pengembangan yang cukup bagus, dan ini harus lebih kuat lagi kita dorong kedepan. Demikian penyemangat dari Mentan SYL, mengakhiri bincang-bincangnya.

AK

Suasana bincang santai dengan Mentan SYL

Suasana bincang santai dengan Mentan SYL