Berita » Mentan SYL: Saya Butuh Balitbangtan

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., berkenan hadir dan memberikan arahan pada peserta Rapat Kerja (Raker) Balitbangtan yang dilaksanakan di Makassar, 26-28 November 2021.

Arahan Mentan SYL pada raker Balitbangtan di Makassar

Arahan Mentan SYL pada raker Balitbangtan di Makassar

Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., menyampaikan bahwa raker ini dilaksanakan untuk menyikapi dinamikan perkembangan strategis badan baru, yaitu BRIN. Balitbangtan dengan jumlah peneliti tidak kurang dari 1800 merupakan yang terbesar di Indonesia.

Sebanyak 1.100 peneliti Balitbangtan akan bertransformasi ke BRIN, dan sekitar 600 peneliti tetap berada di Kementerian Pertanian (Kementan). Sekali lagi dipertegas oleh Fadjry bahwa yang akan bertransformasi ke BRIN merupakan duta-duta Kementan yang ditugaskan oleh Mentan ke BRIN.

Yang bertugas di BRIN, harus mampu menjembatani program-program Kementan, Ditegaskan sekali lagi oleh Fadjry, “Ini adalah penugasan, rumah kita adalah Kementan”.

Lantunan lagu Indonesia Pusaka menjadi pembuka penyemangat dari Mentan SYL kepada peserta raker Balitbangtan. “Kita seperti ini karena ada tanah air Indonesia. Sekarang kita sudah punya fungsi, tanggung jawab, dan mempunyai bagian untuk memajukan Indonesia.

Adakah yang kita buat untuk kepentingan anak cucu kita? Janganlah menjadi bagian yang ikut serta mencelakakan bangsa ini. Saatnya kita tidak menyia-nyiakan masa depan Indonesia”, ujar Mentan SYL.

Tegas disampaikan oleh Mentan SYL, 2 tahun ini pertanian kita adalah luar biasa, itu karena ada Balitbangtan. Indonesia menjadi negara terbaik kedua menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia menjadi negara peringkat ke-dua setelah Cina dalam mengakselerasi ekonomi. Indonesia adalah negara besar. Apa arti Nomer Dua itu? Sektor lain tidak berdaya, yang mampu naik hanya sektor petanian.

“Saya butuh sekali peneliti-peneliti hebat. Diandaikan, pertanian saat ini layaknya petinju yang grade-nya sedang bagus-bagusnya”, ujar Mentan SYL.

Tantangan pun dihamparkan oleh Mentan SYL. Agustus 2022, Indonesia harus swasembada pangan. “Kita bangsa yang mengkonsumsi tempe dan tahu cukup besar, kita bangsa besar, kita masih impor. Juga dengan komoditas yang lain, mana yang terbaik.

Tantangan kedepan semakin banyak, global warming, climate change, cuaca ekstrim, masalah air, dan sebagainya. Saya perlu Balitbangtan, saya butuh kalian para peneliti. Negara terbesar keempat ini harus tetap survive”, tegas Mentan SYL.

Sambutan Kepala Balitbangtan (kiri) dan peserta raker (kanan)

Sambutan Kepala Balitbangtan (kiri) dan peserta raker (kanan)

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa dalam menghadapi disruption era saat ini, selain perlu adaptasi dengan situasi, juga diperlukan penanganan yang tidak biasa, intuisi juga harus dimainkan. “Apakah kita akan melakukan dengan cara kerja seperti kemarin? Tentu tidak. Artificial Intelligence, AWR, mainkan semua.

Jika tidak, kita akan tertelan oleh era sekarang ini. Selain pendekatan adaptasi, kita juga butuh inovasi, sekali lagi itu ada di Balitbangtan’, pungkas Mentan SYL.

AK/BSK