Berita » Menteri Pertanian Panen Benih Pokok Kedelai

Upaya menuju swasembada pangan dapat dilakukan melalui peningkatan produksi (Intensifikasi) dan perluasan areal (Ektensifikasi). Peningkatan produksi kedelai tidak terlepas peran dari kesiapan penyediaan benih. Benih memiliki peran strategis sebagai sarana pembawa teknologi baru berupa keunggulan yang dimiliki varietas dengan berbagai spesifikasi keunggulan yakni:

  1. Daya hasil tinggi,
  2. Ketahanan terhadap hama dan penyakit yang mendukung sistem pola tanam dan program pengendalian hama terpadu,
  3. Umur genjah untuk meningkatkan indek pertanaman, serta
  4. Keunggulan hasil panen sehingga sesuai dengan selera konsumen.

Upaya peningkatan produksi kedelai menuju swasembada diperlukan penyediaan benih yang cukup memadai dan harus dirancang sejak awal dari program upaya peningkatan produksi kedelai. Permasalahan klasik yang terjadi hingga saat ini adalah:

  • Benih terlambat tidak sesuai dengan waktu tanam,
  • Kuantitas kebutuhan benih tidak terpenuhi,
  • Kualitas benih kurang bagus, d) varietas tidak sesuai dengan kehendak petani, dan
  • Mutu benih kurang baik.

Balitbangtan dalam rangka mempersiapkan program Mandiri Benih kedelai telah merancang strategi penyediaan benih kedelai melalui intensifikasi alur benih dari Benih Sumber (BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP) dan menyalurkan Benih BP ke penangkar untuk produksi Benih Sebar (BR).

Balitbangtan telah merespon gaung mandiri benih kedelai dengan program Model Mandiri Benih kedelai di 12 Provinsi penghasil kedelai antara lain: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan daerah lain sentra kedelai.

Di Jawa Timur yang salah satu lokasinya di Kabupaten Sidoarjo, Balitbangtan melalui BPTP dan Balitkabi menggelar model mandiri benih dengan memproduksi Benih Pokok seluas 6 ha di tengah 15 ha hamparan kedelai yang dipersiapkan untuk Benih Sebar seluas 200 ha pada Musim Kemarau II, di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur.

Menteri Pertanian Dr Amran Sulaiman dengan program kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan Jawa Timur berkesempatan untuk panen benih pokok kedelai bersama Bupati Sidoarjo, Dirjen Tanaman Pangan Dr. Hasil Sembiring, Komandan Korem, Dandim Kabupaten Sidoarjo, Kepala BPTP Jawa Timur di damping Prof. Dr. Marwoto dan Prof. Dr. Suyamto bersama peneliti dan penyuluhnya pada tanggal 30 Juli 2015.

Menteri Pertanian dalam kata sambutannya menyatakan bahwa untuk tahun 2016, anggaran Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Sidoarjo dari 16 M pada tahun 2015 menjadi 44 M atau naik 300%. Kenaikan anggaran harus didukung kerja keras dan cerdas agar target untuk meningkatkan produksi pangan menuju swasembada dapat tercapai, jika tidak ada kenaikan yang signifikan, maka dana bantuan akan di putus.

Tim Balitbangtan Jawa Timur (Peneliti, Penyuluh BPTP dan Balitkabi) dan Menteri Pertanian saat panen kedelai di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Tim Balitbangtan Jawa Timur (Peneliti, Penyuluh BPTP dan Balitkabi) dan Menteri Pertanian saat panen kedelai di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Menteri Pertanian berdialog dengan Kelomppok Tani dan Ka Dinas Pengairan untuk mengatasi kekeringan dan sederetan traktor bantuan Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian berdialog dengan Kelomppok Tani dan Ka Dinas Pengairan untuk mengatasi kekeringan dan sederetan traktor bantuan Kementerian Pertanian.

Berdasarkan hasil ubinan, hasil benih kedelai dapat mencapai 1,7–2,1 t/ha. Benih Pokok ini akan ditangkar oleh penangkar untuk kebutuhan benih kedelai musim berikutnya. Pada kesempatan panen kedelai dan temu wicara, Menteri Pertanian memberikan bantuan 20 unit pompa air dan 10 unit traktor.

Marwoto