Berita » Menuju Sukses HPS 39 : Merancang Estetika Kebun Kakao denganTanaman Akabi

Area Geltek Akabi HPS ke 39

Area Geltek Akabi HPS ke 39

Berbasis peningkatan keragaman hayati flora-fauna makro dan mikro, peningkatan kesuburan lahan dan penyediaan pangan padi dan palawija, Balitkabi berperan serta menampilkan inotek akabi di ajang HPS ke 39 Oktober 2019 mendatang di Konawe Selatan.

Tim Balitkabi, Ir. Abdullah Taufiq MP., BS. Koentjoro, SP., M.Kom dan Purwono merespon cepat arahan Kapuslitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, DEA untuk segera turun ke lokasi HPS-39 di Angata Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Mulai 31 Juli 2019, Pak Taufiq Jenderal lapangan tersebut bersama Kasie.Jaslit Bapak Koentjoro yang paham kebutuhan kekinian hilirisasi inotek telah berada di lokasi HPS ke 39. Lahan dibawah tegakan kakao menjadi panggung gelar teknologi aneka kacang dan umbi. Potensi perkebunan kakao rakyat desa Puudambu seluas kurang lebih 1500 ha, dengan kepemilikan 2-10 ha/petani serta antusiasme penduduk/petani yang cukup tinggi menjadi sumber kekuatan penting suksesnya HPS.

Sebelumnya rancang bangun inotek rekomendasi dimatangkan di Balitkabi Malang, sekarang saatnya digelar di medan tempur sesungguhnya di Desa Puudambu, Kec Angata. Inotek pilihan di lorong tanaman kakao akan turunkan kedelai varietas Dena1, Dering1 dan Dega1, kacang tanah varietas Katana 1 dan Takar 2, kacang hijau Vima1, kacang tunggak KT 4, ubi jalar Antin 3 dan Beta 2 serta ubi kayu Adira 1. Gelar teknologi ini merupakan satu kesempatan memperkenalkan langsung varietas unggul baru kepada petani. Display tanaman juga akan menampilkan tanaman dalam polybag, yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung saat pameran.

Pembersihan lahan,penyiapan pupuk dan olah tanah

Pembersihan lahan,penyiapan pupuk dan olah tanah

Penyiapan lahan dimulai dengan bedah lahan dan agroekosistem. Tanah berjenis Ultisol, dengan tekstur liat berpasir dan kemampuan mengikat air sedang, serta pH tanah 4 – 5 (uji kertas lakmus), sehingga perlu penambahan kapur untuk menetralkan pH. Belum tersedianya pengairan yang memadai karena masih dilakukan pengeboran sumur serta sebagian tanah yang keras dan sangat padat menjadi kendala, meskipun demikian justru menjadi pemacu tim Balitkabi untuk bekerja dengan riang gembira disertai harapan tanaman tumbuh baik hingga hari H puncak HPS ke 39.

Lahan di bawah tegakan tanaman kakao dengan jarak lorong antar tanaman kakao 3 x 3-4 meter menjadi media display tanaman aneka kacang dan umbi. Tanaman kakao yang baru saja dipangkas untuk disambung samping diharapkan meningkatkan intersepsi cahaya matahari yang menguntungkan bagi tanaman akabi di bawahnya. Tingkat naungan pada pagi dan sore hari sekitar 12-30%, pada siang 40-70% beragam antar lorong menjadi tantangan sekaligus harapan diperolehnya inovasi teknologi akabi di bawah tegakan tanaman kakao. Untuk itu komoditas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang tunggak ditampilkan sebanyak 6-7 baris per lorong dengan jarak tanam 30 x 20 cm, sedangkan ubi kayu dan ubi jalar menempati 3 baris per lorong tanaman kakao. Perbaikan kesuburan tanah dilakukan dengan penggunaan pupuk kandang sekitar 1 t/ha + dolomit 300 kg/ha + SP 36 150 kg/ha yang diaplikasikan setelah tanam sebagai penutup benih. Suhu udara di siang hari yang mencapai 32oC dengan RH 67%, mengindikasikan pentingya pengairan. Pengairan sementara diupayakan dari sumur penduduk disekitar lokasi, menunggu pengeboran sumur yang lebih dalam.

Dengan cekatan dan semangat tinggi, Pak Purwono yang merupakan petugas detasir di lapang mengarahkan, mendampingi serta memberikan petunjuk bagi tenaga kerja yang membantu penyiapan lahan hingga tanam. Sinergi luar biasa seluruh tim terlihat dari selesainya kegiatan tanam baik di lapangan maupun di polibag dalam kurun waktu lima hari mulai penyiapan lahan dan saprodi hingga kegiatan tanam. Pengairan dan pengamanan dari gangguan hewan ternak juga telah dilakukan dengan pemasangan jaring mengelilingi area display. Di lahan kakao ini pasca sambung samping dapat dimanfaatkan untuk ditanami palawija seperti tanaman akabi hingga 3 – 4 tahun mendatang. Harapannya tanaman display aneka kacang dan umbi berhasil dengan baik, sehingga mampu menarik minat petani sekitar untuk mengadopsi teknologi ini.

 

Pengarahan sebelum tanam, penanaman di polibag, penyiraman dan pemasangan jaring pengaman

Pengarahan sebelum tanam, penanaman di polibag, penyiraman dan pemasangan jaring pengaman

Gerak cepat mengejar HPS 39 tanggal 10 Oktober 2019 telah dan terus dilakukan, kolaborasi dan bekerja harmoni serasi dengan bekal komunikasi rutin dengan BPTP Balitbangtan Sultra dan seluruh UK/UPT lingkup Balitbangtan dan OPD Provinsi/Kabupaten terkait di lokasi serta pemuka, sesepuh, dan tokoh informal menjadi pengunci keberhasilan. Selama pelaksanaan akan ditugaskan 3 orang PPL yang setiap hari berkunjung ke lokasi geltek. Mari terus dukung suksesnya HPS ke 39.

Dukungan pekerja yg luar biasa, semoga sukses HPS ke 39

Dukungan pekerja yang luar biasa mampu menyelesaikan semua kegiatan dengan cepat.

RD/YB/AT