Berita ยป Menumbuhkan Daya Tarik Inotek Ubi Jalar Ungu

Kunjungan ke supplier ubijalar di Kabupaten Mojokerto

Kunjungan ke supplier ubijalar di Kabupaten Mojokerto

Pelaksanaan Riset dan Teknologi tidak terlepas dari kerjasama antar institusi. Pemulia ubijalar Dr. Febria Cahya Indriani, MP., dengan peneliti sosial ekonomi Imam Sutrisno, S.P., M.M., berkoordinasi pelaksanaan uji adaptasi ubijalar ungu bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Drs. Teguh Gunawan, M.Si., yang didampingi oleh kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (Wastutik Muryati, SP., M.Agr). Pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan dukungannya dengan adanya penelitian uji adaptasi di Kabupaten Mojokerto. Harapannya, varietas unggul ubijalar ungu yang dilepas nantinya dapat dikembangkan di Kabupaten Mojokerto dan bermanfaat untuk peningkatan produktivitas ubijalar. Disampaikan pula, Diperta Kabupaten Mojokerto juga siap menjalin kerjasama dalam penyebaran inotek aneka kacang dan umbi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Lokasi yang direkomendasikan Diperta Kabupaten Mojokerto untuk lokasi uji adaptasi adalah di Kecamatan Pacet, yang merupakan sentra ubijalar dengan luas tanam per tahun sekitar 600 -700 ha. Pemantapan uji adaptasi bersama BPP Pacet, Kepala Desa Cepokolimo, dan kelompok tani, dan akan dilakukan dua pendekatan, yaitu 1) pendekatan teknis penelitian dan 2) sosial ekonomi untuk melihat peluang pasar ubijalar. Kolaborasi pemulia ubijalar dengan peneliti sosial ekonomi diperlukan agar hasil uji adaptasi dapat mencapai produktivitas optimal pada agroekologi setempat, sekaligus menumbuhkan daya tarik adopsi VUB maupun teknologi budidaya oleh petani. Selain itu, peran aspek sosial ekonomi diperlukan untuk mengetahui peluang terpilihnya klon-klon harapan sesuai dengan preferensi pasar, mengetahui informasi daya minat pedagang, dan estimasi tingkat harga jual ubijalar ungu. Hal lainnya, juga mencari informasi termanfaatkannya teknologi Balitbangtan, khususnya varietas unggul ubijalar di sentra-sentra pengembangan ubijalar. Varietas Antin 2 ternyata dikembangkan oleh petani di wilayah Kabupaten Mojokerto dan dibutuhkan sebagai bahan baku di beberapa industri olahan berbahan baku ubijalar.

Peluang pasar klon-klon harapan ubijalar perlu diketahui sejak dini, agar ketika calon varietas tersebut sudah dilepas sebagai varietas unggul, VUB tersebut dapat terserap pasar, dan industri tidak kesulitan dalam pemenuhan bahan baku, karena petani menanam varietas tersebut. Menurut Sutrisno (supplier regional dan ekspor ubijalar), peluang permintaan pasar ubijalar hasil panen petani setiap tahun di Mojokerto berdasarkan warna daging umbi antara lain: putih 25%, kuning dan orange 35%, dan ungu 40%. Bahan baku ubijalar umumnya diolah menjadi saos, bakpao telo, bakpia, chip, serta frozen food. Hal ini menunjukkan ubijalar ungu memiliki persentase yang baik dalam pengembangan produksi maupun pasar kedepannya. Dengan berkembangnya varietas unggul ubijalar Balitbangtan di sentra produksi ubijalar Kabupaten Mojokerto, diharapkan dapat memicu peningkatan produktivitas ubijalar nasional, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan meningkatkan peluang ekspor.

ubijalar2 ubijalar1
Koordinasi dengan Kepala Diperta Kabupaten Mojokerto (kiri) dan dengan PPL, Kepala Desa dan kelompok tani di Desa Cepokolimo (kanan)

IS/FCI