Berita » Balitbangtan Bangkitkan Kencintaan Mahasiswa pada Pertanian

a_0_mentan2

Dalam rangkaian Penas 2014 dan ulang tahun Badan Litbang Petanian yang ke-40, dilakukan inovasi penting yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sebanyak 67 mahasiswa pertanian yang tergabung dalam Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Pertanian 36 universitas yang tersebar di 27 Provinsi bersama para peneliti-pakar pertanian Balitbangtan, berdialog dalam tema: “Membangkitkan Kepedulian dan Peran Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Indonesia untuk Mewujudkan Kesejahteraan Petani-Nelayan”. Dialog dilaksanakan pada tanggal 9-10 Juni 2013, bertempat di Balitkabi, Areal PENAS, BPTP Jatim, Balittas, dan Balitjestro (Batu). Semua lokasi berada di Malang Raya Jawa Timur.
Materi yang disampaikan antara lain: tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai tren pembangkitan peran rumah tangga sebagai penyangga pangan. KRPL merupakan gerakan untuk pengembangan pertanian keluarga (family farming) dengan memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menyangga kebutuhan pangan keluarga. KRPL dapat diusahakan baik di perdesaan atau perkotaan (urban farming). Melalui materi ini, dialog diarahkan pada konsep dan manfaat pertanian perkotaan dan ragam teknologi pendukung, antara lain: aquaponik, vertikultur, hidroponik, dan vertiminaponik yang mengintegrasikan ikan dengan tanaman. Dalam hal memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, Badan Litbang Pertanian memperkenalkan Kalender Tanam (KATAM) Terpadu. KATAM merupakan jawaban atas perubahan iklim dunia. KATAM Terpadu merupakan piranti bantu yang memberikan informasi tentang prediksi iklim atau musim, awal waktu tanam, pola tanam, potensi luas tanam, wilayah rawan banjir dan kekeringan, wilayah rawan serangan OPT, potensi serangan OPT, rekomendasi varietas dan kebutuhan benih, rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, informasi mekanisasi pertanian, kalender tanam rawa, dan info tanam BPP. Katam Terpadu diaplikasikan untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai (semusim) hingga ke level kecamatan. KATAM, secara interaktif, dapat diakses di www.katam.litbang.deptan.go.id., atau juga lewat sms: sms center 08-123-565-1111 dan sms center 082-123456-500 serta dapat diupload melalui smartphone dan berbasis android.Para mahasiswa Fungsional BEM Pertanian Univ Negeri maupun Swasta ini juga disuguhi materi tentang teknologi pengembangan pertanian bioindustri dan pengembangan bahan bakar nabati yang telah dirintis oleh para peneliti Balitbangtan. Contoh inovasi bioetanol berbahan tebu, sagu, aren, ubikayu, sorgum manis, sorgum; bioiesel dari kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, kemiri sunan, nyamplung; dan biogas limbah tanaman dan kotoran hewan, ditunjukkan dan didiskusikan dengan mereka. Materi baru yang sedang naik daun, nanoteknologi untuk Pengolahan Hasil Pertanian juga disampaikan oleh para pakar dari Balai Besar Pascapanen. Kupasan teknologi pengembangan produk dan perbaikan mutu material baik untuk produk hulu, diversifikasi produk, micro encapsulasi, plastic fats, pemanfaatan teknologi nano emulsi, dan pengembangan edible film merupakan topik yang diungkap pada dialog ini. Seluruh fasilitas yang ada di Nanotek Indonesia di BB Pascapanen, Balitbangtan, Cimanggu, Bogor, dapat dimanfaatkan oleh seluruh peneliti maupun mahasiswa dari seluruh Indonesia, khususnya untuk riset nanoteknologi pangan dan pertanian.Terkait teladan kesuksesan (succes story) mahasiswa, Dialog ini juga mendatangkan narasumber wiraswasta yang sukses memasarkan mangga gedung Cirebon. Achmad Abdul Hadi, sang wiraswasta muda, yang berusaha sejak kuliah, adalah Pemenang 1 Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri di tahun 2010. Hadi menegaskan mahasiswa dan wiraswasta tak boleh menyerah pada keadaan.
Terkait aneka kacang dan umbi, paparan disampaikan oleh Kepala Balitkabi Dr Didik Harnowo. Untuk mengenal secara langsung penelitian aneka kacang dan umbi para mahasiswa dibawa ke UPBS, Kebun Percobaan Kendalpayak, dan aneka fasilitas Balitkabi. Mereka juga diajak ke lokasi Gelar Teknologi Balitbangtan di arena PENAS, ke BPTP Jawa Timur, Balittas, dan Balitjestro di Batu.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian bersama Kepala Badan Litbang Pertanian memberikan motivasi kepada mahasiswa peserta dialog.

Majulah mahasiswa, majukan pertanian Indonesai masa depan.

AW