Berita » Menyikapi Kesepahaman antara Balitbangtan – MARDI Malaysia

Saat ini, keinginan negara lain untuk bekerjasama dengan negara Indonesia semakin besar, kekayaan sumberdaya genetik adalah salah satu daya tariknya. Pada tanggal 11 Februari 2021, Balitbangtan melakukan pertemuan secara daring untuk membahas draft kesepahaman (MoU) antara Balitbangtan dan MARDI (Malaysian Agricultural Research and Development Institute) Malaysia. Pertemuan diikuti oleh perwakilan dari Puslitbangbun, Puslitbangnak, Puslitbanghorti, BBSDLP, BBP Mektan, BB Biogen, BB Pascapanen, BB Litvet, BB Pengkajian, BPATP, dan Puslitbangtan (BB Padi, Balitsereal, dan Balitkabi).

Pertemuan dipimpin oleh Dr. Nuning Nugrahani, S.Pt., M.Si. (Subkoordinator Kerjasama Balitbangtan).  Ir. Erlita Adriani, MBA. (Kepala Bagian Kerjasama, Hukum, Organisasi dan Humas Balitbangtan) mengingatkan tentang UU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No. 11 Tahun 2019, khususnya pasal 77 tentang pembatasan pengalihan material, diusulkan bahwa penggunaan material genetik dibatasi untuk keperluan penelitian yang menguntungkan kedua belah pihak, sehingga perlu kehati-hatian dalam MTA (Material Transfer Agreement) nantinya. Termasuk memperhatikan aspek Genetic Resources and Traditional Knowledge (GRTK). MARDI menginginkan kerjasama dalam komoditas kedelai dan jagung, walaupun tidak tertutup untuk bekerjasama pada komoditas tanaman obat. LIPI mengharapkan, kita tidak perlu mengunci rapat-rapat tentang MTA, namun diikuti dengan proses pengawasan terhadap pelaksanaan MTA-nya. Hal tersebut juga diatur dalam aturan UU No. 11 Tahun 2019 pasal 90.

Nuning mengharapkan kerjasama internasional harus melalui satu pintu, yakni Balitbangtan, agar memudahkan dalam melakukan koordinasi secara kelembagaan. Balitbangtan pernah memiliki LoI (Letter of Intent) dengan MARDI pada tahun tahun 1996. Potensi kerjasama dengan MARDI adalah pertukaran SDM, Research & Development, partisipasi seminar dan pertemuan ilmiah, pertukaran dan kerjasama di bidang publikasi ilmiah, kerjasama penggunaan fasilitas terutama sesuai dengan MoU yang disepakati, atau kerjasama di bidang teknis lainnya.

Draft MoU yang telah mendapatkan masukan selanjutnya akan dikomunikasikan kembali dengan pihak MARDI.

AA

mardi mardi1
Peserta pertemuan dari Balitkabi dan salah satu peneliti menyampaikan usulan dalam diskusi