Berita » Merakit VUB Ubi Kayu Berumur Genjah untuk Pangan dan Industri

Pengamatan keragaan tanaman dan pewiwilan tunas

Pengamatan keragaan tanaman dan pewiwilan tunas

Sejatinya, permintaan ubi kayu untuk kebutuhan pangan masih sangat terbuka. Tidak hanya untuk industri berskala besar, namun juga untuk yang berskala rumah tangga. Karakteristik ubi kayu untuk pangan diantaranya adalah rasa enak (tidak pahit) dengan kandungan HCN rendah (< 40 ppm), tekstur umbi kukus remah (mempur), dan tidak berserat. Sedangkan untuk industri, menghendaki kadar pati tinggi meskipun pahit.  Harga ubi kayu untuk pangan biasanya lebih tinggi daripada ubi kayu pahit.

Ubi kayu pada umumnya dipanen pada umur 9 – 12 bulan. Anjloknya harga pada saat panen raya sering merugikan petani. Ketersediaan varietas berumur genjah, yaitu varietas berpotensi hasil mencapai 40 t/ha sejak umur 7 bulan merupakan alternatif yang dapat mengurangi kerugian.

Pemulia ubi kayu Balitbangtan yang ada di Balitkabi, memulai merakit VUB ubi kayu untuk pangan atau industri dan sekaligus berumur genjah, dimulai sejak tahun 2012. Serangkaian tahapan perakitan telah dilakukan, kegiatan seleksi dan uji daya hasil sudah dilakukan, dan saat ini telah memasuki fase akhir. Pada tahun 2021, uji adaptasi dan penilaian potensi hasil dari 13 klon harapan pada berbagai sentra produksi dilakukan di Pati, Banyuwangi, Malang, Lumajang dan Probolinggo. Untuk memperkuatnya diikutsertakan 3 VUB ubi kayu, yakni varietas Adira 1, Litbang UK 2, dan UJ 5.  Tentunya, kelima tempat uji adaptasi tersebut memiliki agroekosistem yang berlainan.

Penampilan klon harapan di Probolinggo, Lumajang, Malang, Banyuwangi, dan Pati menunjukkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Tinuk Sri Wahyuni, Gatut Wahyu Anggoro Susanto, dan Kartika Noerwijati saat melakukan observasi tanaman percobaan pada akhir Maret 2021 yakin dapat memperoleh VUB ubi kayu berumur genjah dengan potensi hasil tinggi dan sesuai untuk pangan atau industri.

KN/GWAS/TSW

ubi1 ubi2 ubi3
ubi4 ubi5
  Keragaan ubikayu di Probolinggo (2 bulan), Lumajang (2 bulan), Banyuwangi (4 bst), Malang (3,5 bulan), dan  Pati (4,5 bst)