Berita » Merancang Percepatan Sertifikasi Benih Kedelai

Ketersediaan dan kecukupan benih kedelai sering dipertanyakan. Walaupun tidak seluruhnya benar, fakta menunjukkan bahwa benih kedelai produksi penangkar seringkali juga tidak tersalurkan. Dari sisi seritifkasi benih, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, 7 September 2015, di Jakarta, melakukan diskusi tentang Percepatan waktu pengujian mutu benih kedelai.

Diskusi dipimpin oleh Direktur Perbenihan, Dr. Ibrahim Saragih, diikuti oleh pejabat dan staf lingkungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, beberapa BPSB, Pusat Penyuluhan, Balai Besar PPMB-TPH. Dari Puslitbangtan TP hadir Kepala Pusat Puslitbangtan TP, Kabid Program dan Evaluasi, Kepala Balitkabi, Prof. Marwoto dan Dr. Muchlish Adie.

Direktur Perbenihan menyampaikan arahan Dirjen TP untuk mempercepat proses sertifikasi benih kedelai dalam rangka mendukung dan mempercepat peningkatan produksi kedelai. Kepala Puslitbang TP, yang juga memberikan arahan sebelum diskusi, menekankan percepatan uji mutu benih penting tetapi signifikansinya kecil, karenanya perlu diikuti pula oleh percepatan proses-proses lainnya sehingga label benih bisa dipercepat penyelesaiannya.

Diskusi diawali pemaparan dari BPSB DIY yang telah mampu mempercepat pengujian mutu benih kedelai yakni hanya 4 hari, penentuan durasi pengujian daya kecambah kedelai oleh BB PPMB-TP dan Kepala Balitkabi tentang dasar-dasar mutu benih kedelai.

Diskusi percepatan sertifikasi benih kedelai. Poin penting dari diskusi adalah percepatan menyeluruh proses sertifikasi benih perlu dikaji dan dipercepat; peluang memperpanjang masa berlakunya label misalnya hingga 4, 5, 6 bulan yang diikuti oleh kajian dan penelitian, akan dilakukan uji mutu benih di 8 BPSB ditambah oleh Balitkabi, Balitkabi menyediakan benih yang diperlukan untuk uji mutu benih terdiri benih varietas kedelai berbiji kecil (1 varietas), 2 varietas biji sedang, 2 varietas biji besar dan 1 varietas kedelai hitam, menyempurnakan uji benih menggunakan daya hantar listrik dsbnya.

Direktur Perbenihan, mengapresiasi kehadiran peneliti dari Puslitbang TP, diharapkan setelah selesai uji mutu benih akan dilakukan diskusi untuk mengformulasikan percepatan sertifikasi benih kedelai.

9-9-15

MMA