Berita » Mewujudkan Kemandirian Industri Perbenihan

1-peripi-2

Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) yang didirikan 1976 di Lembang Jawa Barat, ditujukan untuk menghimpun para pemulia agar senantiasa ikut memajukan kegiatan pemuliaan tanaman, hewan, dan ikan di Indonesia. Pada tanggal 6–7 November 2012, PERIPI menyelenggarakan Seminar Nasional bertempat di IPB Convention Center di Bogor, bertemakan Peran sumber daya genetik dan pemuliaan dalam mewujudkan kemandirian industri perbenihan nasional.

Ketua Umum PERIPI, Prof. Dr. Kusuma Diwyanto, Seminar Nasional PERIPI selain bertujuan untuk menghimpun pemikiran dan memberikan arah tetang peran SDG dan pemuliaan, juga ditujukan untuk menghimpun hasil penelitian yang layak diterbitkan di jurnal internasional dan nasional. Jumlah anggota PERIPI saat ini sekitar 750 orang terhimpun dalam 16 Komisariat Daerah. Selain makalah utama dari luar negeri dan Indonesia juga diseminarkan sebanyak 183 makalah yang dipersentasikan oral dan poster. Sambutan Rektor IPB yang disampaikan oleh Profesor Dr. Iskandar Siregar juga mengharapkan agar seminar ini menjadi wahana produktif untuk mewadahi konsep konstruktif dari pemulia di Indonesia.

Apresiasi kepada pemulia disampaikan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, saat memberikan arahan dan sekaligus membuka Seminar Nasional PERIPI 2012. Badan Litbang Pertanian akan terus memperkuat dan memberikan dukungan dalam pengelolaan SDG untuk merakit varietas unggul. Pemulia diminta untuk menyadari dan mengedepankan daya saing saat ini, yang kuncinya berada di inovasi. Bukti dukungan Badan Litbang Pertanian, selain program kemitraan yang sudah ada saat ini seperti KKP3T juga akan diperkuat lagi dengan program KKP3N, bahkan Dr Haryono mengundang pemulia untuk bergabung pada program dukungan dari Badan Litbang Pertanian tersebut. Diingatkan lagi oleh KaBadan, bahwa hasil riset tidak akan ada gunanya jika tidak diadopsi secara meluas, hasil riset harus berdampak terhadap ekonomi yang luas, inilah pentingnya impact recognization selain scientific recognization.

Kepala Balitkabi, Dr. M. Muchlish Adie sedang menyampaikan makalah.

Pada sesi pertama disampaikan empat makalah utama yaitu dari President of Sabrao (Prof. Dr. Srinives Peerasak), Dr. Songjae Lee dari PT BISI International, Nagoya University (Prof. Dr. Mikio Nkazono) dan dari Badan Litbang Pertanian yang disampaikan oleh Dr. M. Muchlish Adie, Kepala Balitkabi Malang dengan judul makalah Arah Pemuliaan Kedelai untuk Dikembangkan pada Lahan Sub-optimal. Sabrao and how to publish on international journal of breeding sciences menjadi komitmen target luaran publikasi dari Seminar Nasional PERIPI. Juga diminta untuk mulai mengubah pola write my own style to write to the readers to undetstand. Dr. Muchlish Adie menyampaikan dua kendala utama perakitan kedelai untuk lahan sub-optimal yaitu keterbatasan plasmanutfah dan belum teridentifikasinya seleksi tak langsung.

Pada Seminar Nasional PERIPI 2012, pemulia Balitkabi berpartisipasi dan sebanyak 15 makalah, baik berupa makalah oral maupun poster dikontribusikan pada kesempatan ini. Keikutsertaan pemulia pada forum Seminar Nasional, akan menambah wawasan dan berkomunikasi dengan sesama pemulia. Tentu tidak semata-mata menyampaikan makalah.

Semoga mendorong kemajuan pembangunan pertanian NKRI.