Berita ยป Monev Kegiatan Riset Kolaboratif RPIK dan PEN

Monitoring dan evaluasi (monev) diperlukan untuk menjamin pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan, sehingga tujuan dapat tercapai. Pada tahun 2021, Balitkabi mendapat kepercayaan melaksanakan kegiatan Riset Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk komoditas ubi jalar, porang, dan kedelai. Monev dilaksanakan pada tanggal 15-17 September 2021 dengan melihat kesesuaian dokumen dan realisasi atau progres kegiatan di lapang.

Wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Kita, Desa Pasrujambe, Lumajang

Wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Kita, Desa Pasrujambe, Lumajang

Pada kesempatan ini monev dilakukan untuk empat kegiatan yaitu:

  1. RPIK Pengembangan Inovasi Teknologi Budi daya Ubi Jalar Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan untuk Pangan Fungsional dan Kebutuhan Industri, berlokasi di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang
  2. PEN Pengembangan Inovasi Teknologi Kedelai Produktivitas Tinggi 2,5 -3,5 t/ha berlokasi di Desa Kebon Waris, Kecamatan Pandaan, Pasuruan dan Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi
  3. Produksi Benih Sumber Aneka Kacang dan Umbi di IP2TP Genteng
  4. RPIK Komoditas Porang. Bertugas sebagai tim monev adalah Prof. Dr. Arief Harsono, M.S., Ir. Suhartina, M.P., Dr. Alfi Inayati, S.P., M.P., Dr. Febria Cahya Indriani, M.P., dan Herdina Pratiwi, S.P., M.P.
Pemeriksaan lapang kegiatan RPIK didampingi oleh penanggungjawab kegiatan, Dr. Yusmani

Pemeriksaan lapang kegiatan RPIK didampingi oleh penanggungjawab kegiatan, Dr. Yusmani

Kegiatan Pengembangan Inovasi Teknologi Kedelai Produktivitas Tinggi 2,5 -3,5 t/ha yang berlokasi di Pasuruan melibatkan kelompok petani Sidodadi, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dengan lahan seluas 37,5 ha. Teknologi yang diperkenalkan adalah teknologi Budesa (Budidaya Kedelai di Lahan Sawah). Varietas yang dikembangkan adalah kedelai hitam Detam 1, Detam 2, dan Detam 4.

Selain itu, diperkenalkan varietas kedelai kuning biji besar Detap 1, Devon 1, dan Deja 1. Secara keseluruhan, kedelai di Pasuruan tumbuh dengan subur, karena petani sudah sering bertanam kedelai, namun beberapa petani tidak mau mengelola tanamannya dengan baik, sehingga banyak gulma yang tumbuh pada pertanaman kedelai. Faktor tanah yang sudah subur menyebabkan keragaan Detam 1 tumbuh tinggi sehingga rebah. Curah hujan yang mulai turun dengan intensitas tinggi dikuatirkan dapat merusak polong kedelai, sehingga perlu dilakukan pengelolaan air dengan baik.

Pemeriksaan lapang kegiatan PEN kedelai di Banyuwangi

Pemeriksaan lapang kegiatan PEN kedelai di Banyuwangi

Kegiatan Pengembangan Inovasi Teknologi Kedelai Produktivitas Tinggi 2,5 -3,5 t/ha yang berlokasi di Banyuwangi seluas 20 ha. Varietas yang dikembangkan adalah varietas biji besar berumur genjah Dega 1. Saat dilakukan monev, tanaman sudah memasuki fase masak fisiologis dan siap untuk dipanen. Secara umum, tanaman dikelola dengan baik dengan menerapkan teknologi Budesa. Dengan mengamati jumlah polong per tanaman, diperkirakan hasil kedelai dapat mencapai 2 t/ha.

Kegiatan RPIK Pengembangan Inovasi Teknologi Budidaya Ubi Jalar Produktivitas Tinggi dan Ramah Lingkungan untuk Pangan Fungsional dan Kebutuhan Industri yang berlokasi di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang mengenalkan teknologi inovasi yang terdiri dari pemulsaan, pengendalian hama boleng (Cylas formicarius) dan penyakit kudis (Sphaceloma batatas) secara alami, dan penggunaan varietas unggul baru ubi jalar, yaitu Beta 1, Beta 2, Antin 2, dan Antin 3.

Pemeriksaan kesesuaian dokumen dengan pelaksanaan di lapang pada kegiatan PEN kedelai di Banyuwangi

Pemeriksaan kesesuaian dokumen dengan pelaksanaan di lapang pada kegiatan PEN kedelai di Banyuwangi

Menurut Ketua Kelompok Tani Harapan Kita, Hariyanto, kegiatan seperti ini baru kali ini diperkenalkan di daerah Pasrujambe. Sejauh ini responnya positif, karena teknologi pengendalian hama boleng dan penyakit kudis dinilai efektif. Harapannya teknologi ini juga dapat meningkatkan produksi ubi jalar hingga 30-40 t/ha.

Secara keseluruhan, tim monev menilai bahwa kemajuan fisik di lapang telah sesuai dengan realisasi anggaran, meskipun ditemukan beberapa ketidaksesuaian antara dokumen dengan pelaksanaan di lapang. Hasil monev diharapkan dapat menjadi masukan dan saran untuk perbaikan dalam pelaksanaan di lapang dan perbaikan dokumen proposal penelitian, sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai.

HP/AI/SHT