Berita » Musrenbangtannas 2021 dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Kementerian Pertanian Tahun 2022

Arahan Menteri Pertanian dalam Musrenbangtannas 2021

Arahan Menteri Pertanian dalam Musrenbangtannas 2021

Guna merencanakan penyusunan Rencana Kinerja Pertanian tahun 2022, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) secara virtual pada tanggal 21 Juli 2021 yang bertemakan “Memperkuat Peran Sektor Pertanian dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid-19”. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, MP., mengikuti Musrenbangtannas secara virtual, didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sub Koordinator Substansi Pelayanan Teknis, Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian, dan Koordinator Program. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. untuk memberikan sambutan dan arahan. Dalam arahannya, Menteri Pertanian menekankan pentingnya ketahanan pangan yang masih menjadi prioritas di tengah pandemi Covid-19. Ketahanan pangan penting untuk menyediakan cukup pangan bagi sekitar 270 juta penduduk Indonesia.

Pandemi Covid-19 merupakan turbulensi nasional dan bahkan internasional, sehingga tidak mudah melaksanakan tugas secara normal bagi pejabat pemerintah saat ini. Menteri Pertanian menekankan bahwa pertanian bukan sekedar proyek yang berhenti saat anggaran selesai, tetapi merupakan program yang berkesinambungan. Program pertanian harus mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi dasar sebuah negara. Pada triwulan II, hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,24%. Nilai ekspor pertanian juga naik 15,79% pada tahun 2020. Program pertanian harus membela dan melindungi petani. Rencana kerja pertanian tahun 2022 diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Cara bertindak harus mengikuti CB 1 hingga CB 5, yaitu peningkatan kapasitas produksi (CB 1), diversifikasi pangan lokal (CB 2), penguatan cadangan dan sistem logistik pangan (CB 3), pengembangan pertanian modern (CB 4), dan gerakan tiga kali ekspor (gratieks, CB 5).

Penyediaan dana KUR adalah upaya pemerintah untuk meringankan petani yang merupakan dana pemerintah yang dipercayakan pengelolaannya kepada bank, diupayakan melunak dari 15% menjadi 6%, bahkan jika mungkin 3%. Menteri Pertanian menghimbau, lumbung pangan tingkat provinsi, kabupaten dan desa untuk digiatkan kembali. Food estate dijadikan sumber pangan. Program Kementerian Pertanian tahun 2022 akan dijabarkan menjadi 40% program pemerataan di masing-masing provinsi/daerah, 20% program utama yang berkelanjutan, 20% program baru mengacu pada lima cara bertindak, dan 20% program untuk mengakomodasi arahan Presiden. Untuk menjalankan program pertanian ke depan, mekanisasi, sentuhan teknologi, dan hasil riset terpilih serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi penopang utama supaya pertanian naik kelas. Untuk itu, perlu ditetapkan program utama, unggulan, dan regular. Tahun depan juga diwacanakan untuk swasembada pangan. Untuk mewujudkannya perlu lima langkah konkrit, yaitu (1) fokus pada pertanian naik kelas, (2) setiap program ending-nya harus jelas, (3) menentukan prioritas langkah, (4) sinergitas antar lembaga termasuk dengan TNI, Polri, Perbankan, dan juga petani, (5) hilirisasi harus jelas, harus ada industrinya.

Pada Musrenbangtannas juga disampaikan pemaparan dari Bappenas yang dibawakan oleh Deputi Bidang Kemaritiman, Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang diwakili oleh Direktur Irigasi dan Rawa. Selain itu disampaikan pemaparan dari Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Direktorat Jendral Hortikultura, Direktorat Jendral Perkebunan, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Litbang Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, dan Badan Karantina Pertanian. Sekretaris Badan Litbang Pertanian mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan kegiatan utama/prioritas tahun 2022 yang terdiri dari prioritas nasional yang berorientasi pada penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, dan program prioritas yang bertujuan untuk peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan. Program-program tersebut dijabarkan lebih lanjut ke dalam kegiatan perakitan varietas/galur unggul, perakitan teknologi, perbanyakan benih/bibit sumber, dan hilirisasi teknologi dan inovasi.

EY/TS/BSK

Pemaparan rencana kegiatan utama/prioritas Badan Litbang Pertanian oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian

Pemaparan rencana kegiatan utama/prioritas Badan Litbang Pertanian oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian

Sebagian peserta Musrenbangtannas 2021

Sebagian peserta Musrenbangtannas 2021