Berita » Naikkan Simpanan Pokok Perkuat Modal Sendiri

Kinerja Koperasi Pegawai Republik Indonesia Manggala Bhakti (KPRI-MB) Balitkabi pada usia ke-23 tahun semakin meningkat. Pada akhir tahun 2013, perkembangan aset usaha koperasi mencapai 2,6 milyar dan perkembangan modal meningkat 17,93%. Sekitar 50% modal koperasi berasal dari pinjaman pihak luar sehingga KPRI-MB harus membayar bunga pinjaman yang cukup besar. Demikian disampaikan oleh Ketua KPRI-MB Prof. Sudaryono dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2013, Selasa (18/2), di Aula Balitkabi. Selain pembina, ketua, pengurus, dan pengawas koperasi, rapat tersebut juga dihadiri utusan dari PKPRI, Dekopinda, Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Malang, serta disaksikan oleh Kepala dan perangkat Balai Desa Kendalpayak.
Acara RAT meliputi pembahasan dan pengesahan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) 2014 KPRI-MB, Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Tahun Buku 2013, dan pemilihan satu Anggota Pengawas masa bakti 2014-2016. Dalam sambutannya, Prof. Sudaryono selaku ketua KPRI Manggala Bhakti menghimbau agar kesadaran dan kepedulian anggota koperasi perlu ditingkatkan agar perkembangan KPRI-MB semakin mantap untuk mendukung kesejahteraan anggota. Pembina KPRI-MB, Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo menguatkan himbauan pak Daryono. Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional, “Mari kita tingkatkan kinerja koperasi, dengan meminimalkan modal dari luar dan memperkuat modal internal/sendiri”, ajak pak Didik. Sementara Ir. Ipung Ghofur, wakil dari PKPRI Kab. Malang dan Drs. Mudji, MP, Dekopinda Kab. Malang juga menghimbau agar ke depannya KPRI-MB lebih mampu meningkatkan modal sendiri. Dengan demikian anggaran biaya bunga bank dapat dimanfaatkan untuk menambah kesejahteraan anggota koperasi. Selanjutnya, ibu Ani dari Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Malang juga memberikan semangat kepada peserta RAT dengan memimpin yel-yel yang berbunyi, “Mandiri Yes! Solidaritas Wajib! Partisipasi OK! Manggala Bhakti harus jaya anggota akan sejahtera”. Keputusan akhir seluruh anggota setuju untuk meningkatkan simpanan pokok menjadi Rp 500.000 untuk memperkuat modal internal koperasi. Sementara Pak Wasito Adie yang baru habis masa jabatannya sebagai pemeriksa didaulat menjadi pengawas periode 2014-2016.
NURCH/AW