Berita » Pacu Peningkatan Produksi Ubikayu, Diperta Jawa Tengah Kunjungi Balitkabi

diperta_jateng_2

Produksi  ubikayu Provinsi  Jawa Tengah mengalami penurunan. Tahun 2010 produksi ubikayu Jawa Tengah mencapai 3,9 juta ton, tapi tahun 2011 turun menjadi 3,5 juta ton. Produktivitas dinilai masih rendah, yaitu berkisar antara 14-20 ton/ha, bahkan secara ekonomis ubikayu di Jawa Tengah belum banyak dilirik. Atas dasar inilah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Balitkabi, demikian sambutan Kabid Budidaya Tanaman Pangan, Ir. Edy Santoso, MM di Aula Balitkabi, Selasa (10/4/2012).

Lebih lanjut Pak Edi mengatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah sangat potensial untuk pengembangan ubikayu. Salah satu daerah sentra ubikayu yang potensial dikembangkan adalah Kabupaten Wonogiri. Saat ini dinas sudah menyiapkan alat pengolahan ubikayu. Selain itu, dinas sudah menyiapkan pemasarannya. Bahkan, Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah ingin mengembangkan ubikayu di 14 kabupaten. “Harapan kami setelah berkunjung dapat membawa oleh-oleh berupa teknologi untuk meningkatkan produksi ubikayu”, kata Pak Edi. Sementara itu, Dr. M. Muchlish Adie selaku Kepala Balitkabi mengatakan kesiapannya untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut.

Kepala Balitkabi, Dr. M. Muchlish Adie (kiri), Kabid Budidaya Tanaman Pangan, Ir. Edi Santoso, MM (tengah), dan Peneliti hama dan penyakit tanaman, Prof. Dr. Nasir Saleh (kanan)

Dalam kunjungan ini, rombongan Dinas Pertanian yang berjumlah 21 orang tersebut disuguhi materi pemilihan dan penggunaan varietas unggul ubikayu yang disampaikan oleh Dr. Sholihin, peneliti Pemuliaan dan Plasma Nutfah. Selanjutnya, materi kedua tentang hama dan penyakit utama ubikayu dipaparkan oleh Prof. Dr. Nasir Saleh. Untuk teknologi produksi ubikayu, materi disampaikan oleh Ir. Budhi Santoso Radjit, MS, peneliti ekofisiologi.

Prof. Dr. Nasir Saleh memaparkan materi hama dan penyakit pada ubikayu