Berita ยป Padu Padan PTT dan Lokakarya Perbenihan Kedelai

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) merupakan tempat pembelajaran petani untuk mengenal inovasi teknologi sesuai rekomendasi spesifik lokasi. Program SLPTT telah diperkenalkan sejak tahun 2007 yang lalu dan kini saatnya sudah bukan sekolah lagi, sudah lulus dari sekolahnya dan selanjutnya menerapkan teknologi hasil jerih payah dari hasil sekolahnya. Oleh karena itu sekarang dalam proses pengembangan peningkatan produksi kedelai sudah bukan program SLPTT lagi, tetapi program pengembangan kedelai melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Sekolah Lapang masih diperlukan untuk tempat pembelajaran adopsi teknologi baru pada skala yang tidak luas dan dikelola oleh Badan SDM Pertanian, demikian kata Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dalam acara Padu Padan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi, Jagung dan Kedelai dan Lokakarya perbenihan kedelai di Bogor 14-15 November 2013. Padu Padan dan Lokakarya dihadiri sekitar 100 orang terdiri dari Kepala BPTP dari 18 Provinsi, penyuluh, peneliti, pengelola UPBS, Direktorat Budidaya Serealia, Direktorat Budi Daya Aneka Kacang dan Umbi. Materi pokok dalam pertemuan padu pada kedelai adalah: 1) Perkembangan Pelaksanaan SLPTT kedelai 2013 dan perencanaan 2014 oleh Direktorat Budi Daya Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2) Kemajuan Pelaksanaan Pendampingan SLPTT kedelai oleh Balai Penelitian Aneka Tanaman Kacang dan Umbi, 3) Lokakarya persiapan kebutuhan benih kedelai 2014 oleh Puslitbangtan dengan BB2TP. Tugas pendampingan Balitkabi dalam pelaksanaan SLPTT adalah: 1) menyediakan benih sumber kedelai untuk peragaan varietas, 2). menjadi narasumber teknologi kedelai pada pelatihan peneliti/penyuluh BPTP di provinsi, 3) melakukan supervisi penerapan teknologi melalui kunjungan lapang 2-3 kali/tahun bersama peneliti/penyuluh BPTP, 4 memberikan saran pemecahan masalah pengamanan produksi, 5) menyampaikan laporan hasil pengawalan/pendampingan kepada Kepala Puslitbang Tanaman Pangan.
Tugas pendampingan Balitkabi telah dilaksanakan dengan baik dan melebihi target yang di tetapkan. Badan Litbang Pertanian pada tahun 2014 menerima tugas dari Bapak Menteri Pertanian untuk mengawal dan membantu produksi benih sumber kedelai : BS dan FS oleh Balitkabi, FS dan SS oleh BPTP. Tahun 2014 Badan Litbang Pertanian telah menetapkan Balitkabi memproduksi benih BS kedelai 12 ton dan FS 55 ton. BB2TP menunjuk 14 BPTP Provinsi sentra produksi kedelai untuk memproduksi benih FS sebanyak 118,36 ton dan ES 3.136,85 ton. Pada kesempatan ini Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono menyerahkan Mobil operasional UPBS, Traktor dan Lap Top untuk 18 BPTP, yang diserahkan secara simbolis kepada Dr. Tri Sudaryono Kepala BPTP Jawa Timur.Prof. Marwoto