Berita ยป Panen dan Temu Lapang Pengembangan Kedelai di Aceh Timur

Prof. Dr. Marwoto memberikan penjelasan teknologi budiaya kedelai di hadapan Bupati Aceh Timur dan peserta temu lapang sebelum melakukan panen raya di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur.

Gerakan Tanam Kedelai Nasional (GTKN) tahun 2013 di tujuh Provinsi penghasil kedelai NAD, Sumatera Utara, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, telah di-launching oleh Menteri Pertanian di Desa Peunarun Baru, Kecamatan Peunarun, Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 15 Desember 2012 dengan ditandai tanam perdana dan penyerahan benih sumber kedelai kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi sentra produksi kedelai tersebut di atas. Bantuan benih telah di tanam di masing-masing provinsi sentra produksi kedelai dalam kondisi baik dan hasil panen diharapakan menjadi sumber benih untuk pengembangan kedelai di masing-masing provinsi. Bantuan Benih di Provinsi NAD dialokasikan di Kabupaten Aceh Timur dan ditanam pada musim tanam Desember 2012 hingga Maret 2013 seluas 20 ha pada kawasan lahan kering, yang diproyeksikan akan menjadi salah satu sumber benih untuk mendukung pengembangan kedelai tahun 2013. Varietas yang ditanam adalah Anjasmoro, Argomulyo, Grobogan, Burangrang, dan Sinabung. Kawasan ini merupakan kali pertama ditanami kedelai. Petani merasa puas dengan keragaan pertanaman kedelai, dan mereka juga sangat antusias sehingga akan menanam lagi pada tahun ini. Tanggapan pemerintah Aceh Timur dan masyarakat setempat terhadap kegiatan ini sangat baik. Luas pertanaman kedelai di wilayah ini tahun 2010 hingga 2012 sekitar 1.300 ha, dan pada tahun 2013 telah diprogramkan akan dikembangkan seluas 18.000 ha pada lahan sawah tadah hujan.

Prof. Dr. Marwoto memberikan penjelasan teknologi budiaya kedelai di hadapan Bupati Aceh Timur dan peserta temu lapang sebelum melakukan panen raya di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur.

Temu lapang dan panen kedelai oleh Bupati Aceh Timur dilaksanakan pada 27 Maret 2013, ditetapkan lokasi pertemuan sekitar 100 m dari pencanangan tanam oleh Menteri Pertanian di Bukit Menggeh ,Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Dalam kegiatan temu lapang dan panen dihadiri Bupati Aceh Timur, didampingi 9 orang Muspida, tokoh masyarakat, dan DPRD, serta pejabat dan peneliti dari Badan Litbang Pertanian. Kegiatan temu lapang dihadiri oleh sekitar 200 petani se Kecamatan Peunarun, 60 PPL dan Mantri Tani Kabupaten Aceh Timur, para pejabat eselon II Kabupaten Aceh Timur beserta staf dan para tokoh masyarakat. Prof. Dr. Marwoto dalam laporannya mengatakan bahwa temu lapang dan panen perdana kedelai pada musim tanam 2012-2013 terselenggara atas kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur. Luas tanam untuk produksi benih sumber 20 ha, yaitu 16 ha di Bukit Menggeh dan 4 ha di Rawa Pakis. Hasil ubinan varietas Anjasmoro mencapai 2,5 t/ha dan Grobogan 2,2 t/ha, preferensi petani memilih varietas Anjasmoro. Panen perdana secara simbolis di lakukan oleh Bapak Bupati Kabupaten Aceh Timur, didampingi oleh Ka Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dr. Muchlish Adie mewakili Ka Badan Litbang Pertanian, Muspida Kabupaten Aceh, DPRD dan Tokoh Masyarakat. Dr. M. Muchlish Adie dalam sambutannya yang dalam hal ini mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, menyatakan rasa terima kasih kepada Bupati Aceh Timur yang telah merespon dan mendukung kegiatan Badan Litbang Pertanian di Kabupaten Aceh Timur. Selanjutnya Dr. M. Muchlish Adie mengharapkan hasil panen kedelai ini dapat menjadi sumber benih dan varietas yang disenangi atau sesuai dengan preferensi petani dapat dikembangkan khususnya di Aceh Timur dan Provinsi NAD pada umumnya. Bupati Kabupaten Aceh Timur dalam kata sambutan mengatakan seolah-olah panen kedelai ini seperti mimpi, karena baru saja diadakan MOU Litbang Pertanian dengan Kabupaten Aceh Timur, tanam perdana oleh Menteri Pertanian beberapa waktu yang lalu dan sekarang sudah panen. Begitu cepatnya realisasi kerjasama ini yang membuahkan hasil, oleh karena itu Bapak Bupati mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas tanggap dan perhatian Badan Litbang Pertanian terhadap pembangunan pertanian di Aceh Timur. Ada satu permohonan Bapak Bupati, di samping komoditas kedelai, padi juga komoditas penting untuk dikembangkan, mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Timur terdiri dari lahan kering dan padi merupakan komoditas penting dan strategis. Temu lapang di akhiri dengan tanya jawab petani, yang sebagian besar mengharapkan sarana jalan untuk di perbaiki, tataniaga komoditas yang berpihak kepada petani.