Berita » Panen GPPTT Kedelai di Sragen

Tekad pemerintah untuk berswasembada kedelai diupayakan melalui program Upsus Kedelai yang anasirnya berupa perluasan areal tanam, GPPTT, dan pelatihan/workshop untuk meningkatkan kompetensi petani, penyuluh dan pihak terkait lainnya.

Pada tanggal 8 September 2015 dilakukan panen kedelai dari kegiatan GPPTT kedelai yang berada di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen; dan dilanjutkan dengan acara FGD kedelai. Potensi kedelai di Sragen sekitar 3 ribuan ha dengan rata-rata hasil 1.77 t/ha.

Panen kedelai dilakukan oleh Direktur Buakabi, Asisten II Pemda Sragen, Pejabat terkait, serta dari Balitbangtan (Puslitbang TP, BPTP Jateng, Balitkabi). Varietas yang digunakan adalah Grobogan, dengan menggunakan teknologi pemangkasan pucuk (topping) yang dilakukan pada kelompok tani Tani Makmur.

Seusai panen raya, dilanjutkan dengan FGD kedelai dengan tema Penerapan Teknologi Enzimatis melalui Jaringan Meristem/Ditopping dalam Rangka Meningkatkan Produksi Kedelai. Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo, menjadi salah satu narasumber pada FGD kedelai. Selain petani, penyuluh, Babinsa dari Sragen, hadir pula perwakilan petani dan penyuluh dari Jatim, NTB dan Kalsel.

Laporan dari ketua kelompok tani Tani Makmur, dengan penerapan metode topping mampu menghasilkan kedelai 2995 kg, lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa topping yakni 2361 kg/ha. Pemangkasan kedelai ternyata sudah diterapkan dibeberapa sentra kedelai seperti di Ponorogo dan NTB.

Hasil pengamatan dilapang, tinggi tanaman kedelai Grobogan yang berada dalam areal panen sekitar 30–40 cm, jumlah polong 15–25 polong dan jumlah cabang dari Grobogan yang ditopping sangat sedikit (hampir tidak bercabang). Jika teknologi topping mampu meningkatkan produksi kedelai perlu didukung dan disempurnakan, termasuk mempertimbangkan varietas yang digunakan dan kondisi lingkungan.

Panen GPPTT dan keragaan perlakuan pangkas pucuk kedelai.

Panen GPPTT dan keragaan perlakuan pangkas pucuk kedelai.

Kepala Balitkabi menjadi narasumber FGD kedelai dan peserta FGD.

Kepala Balitkabi menjadi narasumber FGD kedelai dan peserta FGD.

MMA