Berita » Panen Raya Model PTT Kedelai di Pasuruan

Kementerian Pertanian terus berupaya untuk mensukseskan program Swasembada Kedelai, baik melalui peningkatan ppoduktivtas maupun dengan perluasan areal tanam. Peningkatan produktivitas melalui kegiatan SL-PTT pada kawasan yang sudah ada dan pembinaan areal tanam; sedangkan perluasan areal terdiri dari pengembangan model PTT areal baru, perluasan areal tanam baru (PATB), pengembangan di areal perhutani dan perluasan areal swadaya. Pengembangan Model PTT Kedelai di Pasuruan dilakukan di delapan kecamatan meliputi 53 desa dan melibatkan 134 kelompok tani. Panen raya dilakukan di areal Kelompok tani Makmur Sejahtera di Desa Baujeng, Beji, Pasuruan pada 26 Oktober 2013. Panen raya dihadiri oleh Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, Kepala Diperta Provinsi Jawa Timur, Bupati Pasuruan beserta pimpinan SKPD dan diikuti oleh sekitar 150 petani. Badan Litbang Pertanian ikut berpartisipasi, dihadiri oleh Plh Kepala Balitkabi (Prof. Dr. Arif Harsono), Kepala Seksi Jasa Penelitian (Ir. Arif Musaddad) dan pemulia kedelai (Muchlish Adie).
Hasil biji varietas Wilis berkisar antara 1,5–2,1 t/ha, sedangkan hasil biji dari petak panen yang dilakukan 26 Oktober 2013 sekitar 1.6 t/ha. Menurut penuturan ketua Kelompok Tani Tani Mulyo rendahnya hasil biji disebabkan karena terjadinya kekeringan dan air irigasi hanya mampu dilakukan hanya sekali. Pesan Menteri Pertanian yang dibacakan oleh Direktur Buakabi adalah (1) mengoptimalkan pemanfaatan lahan, jangan sampai ada lahan yang bera, (2) terapkan teknologi budidaya yang sudah ada, dan (3) ikuti jadwal tanam yang sudah ada. Harapan Bupati Pasuruan, H.M. Irsyad Yusuf SE, MMA, meminta kepada petani dan penyuluh untuk bekerja sungguh-sungguh, khususnya untuk tanaman kedelai, dan dan dengan kerja keras tersebut, sangat memungkinkan Pasuruan akan kembali menjadi sentra kedelai di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Angan-angan tersebut tidak berlebihan karena fakta menunjukkan rata-rata hasil kedelai di Pasuruan 2010 hanya 1.09 t/ha dan pada rentang Mei – Agustus 2013, rata-rata produktivitas kedelai di Pasuruan meningkat menjadi 1.65 t/ha. Menurut Bupati, salah satu pengungkit kenaikan tersebut adalah benih unggul.MMA/AW