Berita » Paparan Hasil Raker Balitbangtan 2015

raker

Tanggal 12 Januari 2015 Balitkabi menyelenggarakan rapat intern yang dihadiri oleh seluruh peneliti dan pejabat lingkup Balitkabi. Rapat dipimpin oleh ketua program Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto dan bertujuan untuk mensosialisasikan hasil raker Balitbangtan yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 8–10 Januari 2015. Rapat diawali dengan pengarahan dari Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo. Dilanjutkan dengan penyampaian hasil raker Balitbangtan oleh ketua program, hasil evaluasi RPTP/RDHP 2015 oleh Dr. Yusmani Prayogo, sosialisasi Agro Science Park & Agro Techno Park oleh Dr. M. Muchlish Adie, dan rumusan hasil raker Balitbangtan 2015 oleh Prof. Marwoto. Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa, tema raker Balitbangtan kali ini adalah “Program dan Tata Kelola Balitbangtan”. Dalam tema tersebut terkandung empat makna penting yaitu (1) posisi Balitbangtan sebagai lembaga publik pada akhirnya harus dapat menyejahterakan rakyat melalui hasil-hasil penelitian dan pengembangan, (2) scientific recognition vs impact recognition, (3) efisiensi anggaran vs efektifitas program, dan (4) excellent management practices. Kepala Balitkabi menegaskan bahwa Balitkabi sebagai lembaga penelitian harus dapat mengambil peran aktif dalam scientific recognition, yaitu bagaimana kita merancang suatu penelitian, menganalisis, melaporkan dan mengembangkan hasil penelitian yang kita peroleh mulai dari aspek hulu hingga hilir. Di samping itu keberhasilan Balitbangtan juga tercermin dalam publikasi jurnal internasional yang diacu oleh berbagai kalangan.

Saat ini, Balitbangtan sedang memasuki tahap kurva kedua. Terdapat zona of discomfort yang mewarnai peralihan dari kurva pertama pada kurva kedua, diantaranya adalah (1) perubahan format politik, (2) krisis ekonomi, (3) otonomi daerah, (4) masa transisi dari berbagai perubahan yang terjadi, dan (5) vicious cycle of uncertainty. Menghadapai era kurva kedua ini, Dr. Didik Harnowo menegaskan bahwa Balitkabi harus berupaya lebih keras lagi dengan mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mendukung keberhasilan Balitkabi dalam mencapai tujuannya. Ke depan, Balai Penelitian harus menerapkan IT-base. Dalam menyongsong akselerasi kurva kedua, bidang pangan dan pertanian mendapat perhatian utama. Disamping itu, kedaulatan pangan merupakan harga mati. Presiden RI dan Mentan menyampaikan bahwa pembangunan pertanian harus berbasis teknologi dan inovasi. Untuk mendukung hal tersebut, maka perlu adanya warna dan semangat baru dalam mengelola Litbang Pertanian. Dr. Didik menambahkan bahwa hal terpenting yang dibutuhkan saat ini adalah “Corporate Management System”, karena kendala utama untuk penelitian pertanian yang lebih efektif pada banyak institusi adalah manajemen. Dalam mewujudkan sistem manajemen yang baik, Dr. Didik menyampaikan sebuah ungkapan yang disampaikan dalam raker yaitu “Tak peduli berapa jauh jalan salah yang kita jalani, putar arah sekarang juga” dan “Hanya pemimpin yang memiliki usia ilmu mengenai personality, behaviour, serta sense of power yang mampu menghadapi perubahan”. Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, selaku ketua program Balitkabi, menyampaikan arahan Kapus Litbang TP bahwa Balit harus selalu mengupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi dalam Buletin, masing-masing Balit dalam satu tahun diharapkan mengirimkan 20 makalah ke jurnal PP dan atau IPTEK. Di sampaikan pula arahan dari Kepala Baltbangtan yaitu era saat ini (2015–2019) memiliki banyak kemiripan dengan rentang waktu 2005–2009 sehingga memerlukan konsolidasi, koordinasi dan pemahaman bersama. Era baru 2015–2019 adalah era manajemen baru, dengan pemerintahan dan strategi baru sehingga diperlukan tindakan yang ”sinergi – harmoni – simplifikasi”. Tahun 2014 hendaknya ditutup dengan catatan yang lengkap (dokumen rapi) dan sebarluaskan apa yang sudah dihasilkan. Program kegiatan penelitian harus sesuai dengan program pemerintah, dan pada program eskalasi, Kepala Balitbangtan memberikan tekanan, pahami dan laksanakan percepatan swasembada. Dr. Gatut Wahyu menambahkan bahwa Kepala Balitbangtan memberi himbauan, hasil-hasil penelitian Balitbangtan harus dikeluarkan/ditunjukkan.

Dalam kegiatan evaluasi RPTP/RDHP tahun 2015, Dr. Yusmani Prayogo selaku Kasie Yantek Balitkabi menyampaikan bahwa ada tiga tahap evaluasi RPTP/RDHP yang ideal yaitu (1) RPTP/RDHP disusun secara bersama di UPT kemudian dilakukan evaluasi oleh Balai/Loka dengan melibatkan semua peneliti & penyuluh, (2) Evaluasi kedua dilakukan di lingkungan UK/Ess II dan diperkaya oleh peneliti & penyuluh senior, dan (3) Evaluasi oleh Tim Badan Litbang untuk penyempurnaan dan dituntaskan dalam proses penganggaran. Berdasarkan hasil evaluasi RPTP/RDHP tahun 2015 lingkup Puslitbangtan, Balitkabi menduduki peringkat pertama. Hal tersebut diharapkan dapat sebagai pemicu bagi Balitkabi untuk mencapai tujuan kegiatan penelitian pada tahun 2015 sebaik mungkin.

Menjelang ditutupnya acara pertemuan intern Balitkabi ini, Prof. Marwoto menyampaikan rumusan hasil raker Balitbangtan, diantaranya yaitu dukungan Puslitbang Tanaman Pangan untuk pencapaian swasembada pangan dilaksanakan dengan menyiapkan teknologi dan inovasi berupa varietas unggul baru padi, jagung, kedelai, serta khusus dalam mendukung logistik dan distribusi benih unggul, akan dikembangkan model-model wilayah mandiri benih, yang komplementer dengan kegiatan Ditjen Tanaman Pangan. Strategi pengembangan informasi geospasial mendukung swasembada Padi Jagung Kedelai dan peningkatan produksi komoditas prioritas nasional dilaksanakan melalui : 1) Penyediaan informasi geospasial terkini (katam terpadu dan standing crop, jaringan irigasi dan kesesuaian lahan); 2) Perbaikan dan penguatan sistem data base dan kelembagaan menuju Pusat Geospasial Balitbangtan; 3) Penguatan dan Pembinaan SDM, fasilitas, dan pendanaan; 4) Membangun networking terkait pengkayaan dan penggunaan data; serta 5) Membangun dan mengembangkan SI Agromap Info. Sebagai penutup, Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa hidup ini adalah pilihan dengan bermacam-macam pilihan. Kita saat ini berada dalam lingkup Balitkabi dan hal tersebut adalah salah satu pilihan yang harus kita laksanakan sebaik mungkin untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Kita jangan sampai menghadapi konflik dan tidak ada hal yang perlu dipertentangkan, agar semua berjalan dengan selaras. Dan dipertegas kembali bahwa Corporate Management wajib kita laksanakan agar Balitbangtan lebih bersinar.

KN