Berita » Partisipasi Peneliti Balitkabi dalam Semnas di UMP Purwokerto

Upaya untuk menyebarkan informasi hasil-hasil penelitian aneka tanaman kacang dan umbi terus dilakukan oleh para peneliti Balitkabi. Tanggal 29 Agustus 2015 para peneliti Balitkabi kembali berkiprah dalam acara Seminar Nasional di Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang bertemakan “Pencapaian Swasembada Pangan melalui Pertanian Berkelanjutan”.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Banyumas menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tiga pembicara nasional yaitu Dr. Sri Heri Susilowati (Kementerian Pertanian Republik Indonesia), Dr. Sarjiya Antonius (Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-LIPI), dan Ir. Rudi Purwadi (Direktur CV Putra Karya Sejahtera) dihadirkan dalam acara tersebut guna memaparkan hal-hal penting terkait swasembada pangan.

Antusiasme masyarakat cukup besar, tercatat jumlah peserta yang hadir mencapai 200 orang dari berbagai instansi dan kalangan seperti akademisi perguruan tinggi, BPTP, PPL Kabupaten Banyumas, mahasiswa dan pemerhati pertanian Indonesia. Dalam Semnas tersebut disampaikan 45 makalah penunjang, 18 diantaranya merupakan makalah peneliti Balitkabi. Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H. dalam sambutannya mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi bidang pertanian yang sangat besar.

Kemajuan negara Indonesia tergantung pada para pimpinan yang memimpin negara Indonesia. Jika lembaga pemerintah dapat mengoptimalkan fungsinya, maka akan berdampak pada kemajuan negara Indonesia, salah satunya adalah dalam pencapaian program pemerintah di bidang pertanian yaitu swasembada pangan.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Banyumas, Tjutjun Sunarti R, M.Si. menyampaikan bahwa perkembangan sektor pertanian selain sebagai sumber penghidupan, juga merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi negara Indonesia.

Swasembada pangan merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan bidang pertanian. Senada dengan Tjutjun Sunarti, Dekan Faperta UMP, Ir. Bambang Nugroho, M.P. mengemukakan harapannya bahwa “pencapaian swasembada pangan harus menjadi komitmen di semua kalangan baik pemerintah, praktisi, penyuluh maupun mahasiswa harus saling sinergi”.

Terdapat dua aspek yang harus diperhatikan dalam pangan yaitu aspek pemenuhan kebutuhan dan keberlanjutan. Keduanya harus menjadi komitmen semua kalangan yang berkecimpung di dunia pertanian, sehingga tercapai swasembada pangan berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Sri Hery Susilowati, (Kementerian Pertanian Republik Indonesia) dalam paparannya lebih menekankan cara mengembangkan inovasi sektor pertanian masyarakat yang tidak bergantung pada produk impor. Dr. Sarjiya Antonius (Pusat Penelitian Biologi Lempaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-LIPI) memaparkan tentang “Pencapaian Swasembada Pangan Melalui Pemanfaat Pupuk Organik Hayati”.

Dr. Sarjiya mengemukakan bahwa permasalahan pertanian Indonesia adalah tercemarnya tanah dan minusnya kandungan organik tanah. Terdapat tiga sumber bencana tanah yaitu dampak penambangan, pertanian konvensional dan sifat bikokimia tanah, sehingga inovasi pertanian menjadi sangat penting.

Salah satu caranya adalah dengan pemanfaatan mikroba yang jika dikelola dengan baik bisa menjadi teman pertanian dan menciptakan ketahanan pangan. Sedangkan Ir. Rudi Purwadi (Direktur CV Putra Karya Sejahtera) menegaskan bahwa diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi penurunan daya dukung lahan sehingga menjadi produktif kembali sehingga produksi akan terselamatkan.

2-9-15

KN