Berita » Partisipasi Peneliti Balitkabi pada 1st ICADAI 2021

1st ICADAI (International Conference on Assessment and Development of Agricultural Innovation) 2021 adalah ajang konferensi internasional yang diselenggarakan pada 6-7 Juli 2021 di Bogor, Jawa Barat oleh BP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian), Badan Litbang Pertanian, bekerjasama dengan berbagai perhimpunan peneliti di Indonesia, yaitu Perhipi, Himpenindo, Peragi, Perhepi, dan Perhimpi. Tema utamanya adalah “Strengthening Agricultural Innovation and Dissemination to Achieve Sustainable Development”. Acara diselenggarakan secara virtual atau daring, dibuka oleh Menteri Pertanian, SYL yang diwakili oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.

Empat pembicara utama pada 1st ICADAI 2021 adalah Dr. Peter Horne dari ACIAR dengan topik “The role of agricultural innovation in rural development (cross countries study)”, Prof. Elske van de Fliert dari University of Queensland, Australia dengan topik “Trans disciplinary research for development: transformations needed in RD&E functions to achieve sustainable impacts in farmers’ fields”, Prof. I Komang G. Wiryawan dari IPB University, Indonesia dengan topik “Integration of beef cattle into soybean plantation to support meat self-sufficiency”; dan Prof. Michael Madukwe dari University of Nigeria Nsukka, Nigeria dengan topik “Innovation system approach to agricultural development”. Konferensi ini diikuti oleh sekitar 420 peserta yang berasal dari beberapa negara, diantaranya Indonesia, Vietnam, Ethiopia, dan Sierra Leon Afrika Barat.

Pada 1st ICADAI 2021, tujuh peneliti Balitkabi ikut berpartisipasi dengan mempresentasikan makalah secara oral, baik dari bidang penelitian pemuliaan tanaman, agronomi, pengolahan hasil, dan sosial ekonomi pertanian, yakni:
1. Sholihin dengan makalah berjudul “AMMI stability for starch yield in cassava in the acid soil”,
2. Muchdar Soedarjo dengan makalah berjudul “Growth response of pigeon pea (Cajanus cajan (L.) Millsp) on saline and alfisol soils”,
3. Joko Purnomo, Agustina A. Rahmianna, dan Novita Nugrahaeni dengan makalah berjudul “Pod yields of peanut promising lines and its resistance to Aspergillus flavus infection and aflatoxin contamination”,
4. Erliana Ginting, Joko S. Utomo, dan Joko Restuono dengan makalah berjudul “Purple-fleshed sweet potato genotypes as ingredients for crips and noodle making”,
5. Dian A. A. Elisabeth, Agustina A. Rahmianna, Arief Harsono, dan Erliana Ginting dengan makalah berjudul “Feasibility of soybean cultivation technology in rainfed area with acidic soil”,
6. Nila Prasetiaswati, Dian A. A. Elisabeth, Fachrur Rozi, dan Ruly Krisdiana dengan makalah berjudul “Preference of farmers in dry acid lands of East Lampung and South Kalimantan toward prospective improved large seeded soybean varieties”,
7. Siti Mutmaidah dan Dian A. A. Elisabeth dengan makalah berjudul “The dynamics of soybean seedling and income structure of soybean seed production at farmer level in Southeast Sulawesi Province”.

SM/DAAE

icadai icadai2
Salah satu pembicara pada 1st ICADAI 2021 (kiri) dan sebagian peserta seminar (kanan)