Berita » Partisipasi Peneliti Balitkabi pada 3rd ICGAB 2019

Peserta 3rd International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) 2019

Peserta 3rd International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) 2019

Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, didukung oleh  PERMI (Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia), KBI (Konsorsium Bioteknologi Indonesia), PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia), PERTETA (Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia), dan APTA (Asosiasi Profesi Teknologi Agroindustri) kembali menyelenggarakan International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) tanggal 26 Agustus 2019 bertempat di Ijen Suites Hotel, Malang.

Indonesia sebagai negara tropis memang memiliki potensi besar pada komoditas pertanian dan sumber biomassa yang sangat berlimpah, yang memicu penciptaan dan perluasan agroindustri. Optimalisasi potensi tersebut menjadi penumbuhan ekonomi hijau (atau bioekonomi) diperlukan pendekatan strategis untuk memanfaatkan bioteknologi dan biosains di bidang manufaktur menuju masa depan yang rendah karbon. Prof. Dr. Hendrawan Sutanto, M.Rur.Sc. yang mewakili rektor Universitas Brawijaya (UB) membuka secara resmi ICGAB 2019. Dalam sambutannya, Hendrawan Sutanto menekankan bahwa UB berkomitmen penuh mendukung kegiatan inovasi dan pengembangan penelitian dalam mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Selain itu, UB juga sangat mendukung terhadap pengembangan dan perluasan agroindustri 4.0 yang ramah lingkungan melalui penyediaan pelatihan, dukungan teknis, dan pendampingan.

Keynote speaker pada ICGAB 2019 (kiri) dan Pemakalah dari Balitkabi (kanan)

Keynote speaker pada ICGAB 2019 (kiri) dan Pemakalah dari Balitkabi (kanan)

Pada ICGAB 2019 yang bertemakan “Striving a Green Economy through Innovation Technology in Agroindustry 4.0 Era to Strengthen Sustainable Development”, mengetengahkan tujuh pembicara utama yakni : (1) Dr. Hens Saputra (Director of Center for Energy Resource Technology and Chemical Industries, BPPT: Bio refinery technology for bioeconomy development), (2) Prof. Seong Gu Hwang (Department of Animal Life and Environmental Science, Hankyong National University, South Korea: Pre-adipocyte determination and adipocyte differentiation of stromal vascular cells isolated from intramuscular tissue of Hanwoo beef cattle treated by acetate and propionate), (3) Prof. Kongkiti Phusavat (Department of Industrial Engineering Faculty of Engineering, Kasetsart University, Thailand: Education and green economy: pedagogical development for underprivileged students at Bangkok metropolitan administration schools), (4) Yusuf Hendrawan, Ph.D (Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Brawijaya, Indonesia: The role of artificial intelligence in the development of a sustainable smart plant factory), (5) Assoc. Prof. Julianne H. Grose (Department of Microbiology and Molecular Biology, Brigham Young University, The United States of America: Microbial technology in the face of industrial revolution 4.0), (6) Prof. Joong Ho Kwon (School of Food Science & Biotechnology, Kyungpook National University, South Korea: Research and business development and technical supports for promoting agricultural and food industries in Korea), dan (7) Assoc. Prof. Phung Kim Le (Department of Chemical Process and Equipment, Faculty of Chemical Engineering, Ho Chi Minh City University of Technology, Vietnam: Nutrient enrichment and value-added products of pineapple waste).

Balitkabi berpartisipasi dengan tiga makalah yakni Production of Chinese bun from sweet potato and its financial feasibility analysis (Dian Anggraeni Elisabeth), Evaluation of soybean genotypes for resistance to the armyworm (Ayda Krisnawati), dan Physico-chemical characterization of sweet potato (Ipomoea batatas) germplasms as a material in the breeding program (Rahmi Yulifianti).
AyK